Jumat, 29/06/2012 20:35 WIB
Menteri Agama: Petugas Pencatat Nikah Wajar Terima Amplop
"Itu wajar (terima amplop) karena mereka bekerja di luar kantor dan juga di luar jam kerja," kata kata Menteri Agama Suryadharma di Pondok Pesantren Cipasung, Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (29/6/2012).
Hal ini disampaikan Suryadharma diahadapan ratusan ulama MUI yang sedang mengikuti Ijtima' Ulama Komisi Fatwa Se-Indonesia ke-IV yang digelar di Pondok Pesantren Cipasung. Suryadharma hadir dalam pesantren ini sebagai salah seorang pembicara dalam acara itu.
Suryadharma membandingkan tugas pencatat nikah dengan pekerja pembuat KTP di kelurahan. Menurutnya petugas pembuat KTP bekerja sesuai dengan jam kerja dan juga pembuatan KTP dilakukan di dalam kantor.
"Kalau jam bikin KTP harus pada jam kerja. Kalau lewat jam kerja tidak dilayani. Ini juga berlaku dalam pembuatan surat lainnya seperti SIM atau IMB," katanya.
Sedangkan pencatat nikah bekerja di luar jam kerja. Mereka biasanya bekerja pada Jumat sore atau hari Sabtu dan Minggu dimana biasanya pernikahan digelar.
Para petugas pencatat nikah juga bekerja di luar kantor, mereka biasanya dipanggil di rumah, gedung atau juga masjid tempat acara pernikahan berlangsung.
"Mereka juga tidak dapat tunjangan khusus dan kadang mereka juga harus melintasi bukit atau melewati sungai," katanya.
Suryadharma mengatakan, dapat dengan mudah menghentikan pemberian amplop ini, yaitu dengan melarang petugas pencatat nikah melakukan tugasnya di luar waktu kerja dan di luar kantor.
"Jadi pernikahan harus dilakukan di kantor KUA. Lalu bagaimana kalau yang menikah ada 5 atau 10 orang dan kantornya sempit," katanya.
(nal/fdn)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
189 share this. -
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
0 share this. -
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
0 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 02:00 WIB
PPATK Siap Bantu KPU Awasi Dana Pemilu
-
Jumat, 24/05/2013 01:55 WIB
Komisi I Sebut Ada Kepentingan Kapitalisme Global di Balik OPM
-
Jumat, 24/05/2013 01:45 WIB
Bea dan Cukai: Kapal Patroli Justru Diserang KM Wahyu
-
Jumat, 24/05/2013 01:26 WIB
Warteg dan Toko Kompor di Cawang Terbakar
-
Jumat, 24/05/2013 01:04 WIB
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
-
Jumat, 24/05/2013 00:02 WIB
Raba Bokong Perempuan di TransJ, Pria Ini Dibawa ke Kantor Polisi
-
Jumat, 24/05/2013 00:16 WIB
Tentara Inggris yang Dibunuh dengan Sadis Bernama Lee Rigby
-
Jumat, 24/05/2013 01:45 WIB
Bea dan Cukai: Kapal Patroli Justru Diserang KM Wahyu
-
Jumat, 24/05/2013 01:04 WIB
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
-
Kamis, 23/05/2013 14:28 WIB
Sesal Ibunda Darin Kepada Luthfi Hasan
-
Kamis, 23/05/2013 08:03 WIB
Pesan Pelaku Pemenggal Tentara Inggris: Anda Tidak Pernah Aman!
-
Kamis, 23/05/2013 14:09 WIB
3 Janji Wah 'Papa' Luthfi untuk 'Mama' Darin
-
Kamis, 23/05/2013 07:03 WIB
Sadis! Seorang Tentara Inggris Dipenggal di Jalanan London
-
580 Komentar
-
363 Komentar
-
217 Komentar
-
216 Komentar
-
198 Komentar
-
145 Komentar
-
136 Komentar
-
135 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,844.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 17:09 WIB
Koper Sudah Kembali, Penumpang Tetap Gugat Lion Air Rp 23 Miliar
-
Kamis, 23/05/2013 17:07 WIB
Mohammad Mu'tashim dan Suwarsono Jadi Penasihat KPK 2013-2017
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
