detikcom
Jumat, 29/06/2012 20:24 WIB

KPK Angkut Komputer, Dokumen Hingga Baju Rapat Zulkarnain dari DPR

Dhurandhara HKP - detikNews
Jakarta - Sekitar 12 penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) selesai menggeledah ruangan tersangka korupsi pengadaan Alquran, anggota Komisi VIII DPR Zulkarnain Djabar, di DPR. Komputer, dokumen rapat hingga baju Zulkarnain pun diangkut.

Pantauan detikcom, 12 penyidik KPK itu keluar dari ruangan 1324 yang ditempati Zulkarnain di lantai 13, Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (29/6/2012) pukul 19.55 WIB.

Salah satu penyidik terlihat membawa 1 kardus seukuran CPU komputer, dan ketika ditanya apa isinya, penyidik itu menjawab, "Dokumen-dokumen rapat".

Kemudian ada penyidik yang tampak membawa 2 kardus seukuran kardus mi instan berlambangkan 'KPK'. Penyidik itu pun kemudian membukanya dan isinya ternyata, baju-baju! Ada pula yang tampak membawa monitor komputer dan CPU.

Politisi Golkar ini ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Ia diduga menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.

Dan menariknya, uang yang dia terima antara lain dari Dendy Prasetia, anak kandungnya sendiri. Abraham menyatakan Dendy merupakan anak kandung dari Zulkarnain. Perputaran uang panas pun banyak berkutat di keluarga politisi Golkar itu.

"Iya dia itu anaknya ZD," ujar Abraham kepada detikcom, Jumat (9/6/2012).

(nwk/vta)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel