detikcom
Jumat, 29/06/2012 19:54 WIB

Temuan Ganja di LP Kerobokan, Polisi Telusuri Jaringan Napi Lain

Gede Suardana - detikNews
Badung - Penyidik Polres Badung mulai melakukan penyidikannya kepada jaringan tiga orang napi yang ditangkap karena menyimpan 2 Kg ganja. Pemeriksaan ini untuk mengetahui apakah ganja dipakai sendiri atau untuk diedarkan kepada napi lain di LP Kerobokan, Badung, Bali.

Kapolres Badung AKBP Benny Arjanto, mengatakan sampai malam ini penyidik masih melakukan pemeriksaan terhadap ketiga napi yakni Rianto (48) asal Yogyakarta, Kodir (30) asal Bogor dan Cahaya Putra (36) asal Denpasar.

"Sampai sekarang masih di riksa (ruang pemeriksaan), jadi belum selesai pemeriksaannya," kata Benny kepada detikcom, melalui telepon, Jumat (29/6/2012).

Untuk itulah terkait dugaan apakah ganja itu untuk napi lain atau dikonsumsi sendiri pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan oleh penyidik.

"Untuk lebih pastinya besok saja kita rilis," imbuh dia.

Sebelumnya, petugas gabungan dari LP Kerobokan, dan Polres Badung, mengamankan tiga orang narapidana karena menyimpan ganja kering seberat 2 kg di LP Kerobokan Jl Gunung Tangkuban Perahu Badung, Bali pada Jumat (29/6/2012) dinihari.

Barang bukti ini didapat setelah petugas Lapas menerima informasi tentang masuknya barang tersebut. Ganja ini didapat petugas dari hasil sidak di tiga kamar berbeda yang masih dalam satu blok.

(gds/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close