detikcom
Jumat, 29/06/2012 17:22 WIB

Korupsi Alquran, Zulkarnain Diduga Terima Suap dari Anaknya Sendiri

Fajar Pratama - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi VIII Zulkarnain Djabar ditetapkan sebagai tersangka kasus pengadaan kitab suci di Kemenag tahun 2011 dan 2012 serta pengadaan laboratorium komputer. Politisi asal Golkar ini menerima imbalan milliaran rupiah secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun itu.

Dan menariknya, uang yang dia terima antara lain dari Dendy Prasetia, anak kandungnya sendiri.

Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, Zulkarnain menyetir pejabat di Ditjen Bimas Islam untuk memenangkan PT Adhi Aksara Abadi Indonesia serta PT Karya Sinergy Alam Indonesia (KSAI) dalam proyek pengadaan Al-Quran. Dirut PT KSAI Dendy Prasetia ditetapkan sebagai tersangka pemberi suap.

Abraham menyatakan Dendy merupakan anak kandung dari Zulkarnain. Perputaran uang panas pun banyak berkutat di keluarga politisi Golkar itu.

"Iya dia itu anaknya ZD," ujar Abraham kepada detikcom, Jumat (9/6/2012).

Nah, diketahui, Dendy selama tahun 2011-2012 mengalirkan uang ratusan juga hingga milliaran rupiah secara bertahap. "Dilakukan secara bertahap," ujar Abraham.

Selain itu Samad mengatakan, Zulkarnain juga menyetir petinggi di Kemenag agar memenangkan perusahaan di tender proyek laboratorium komputer pada 2011. Abraham menyebut perusahaan yang menyuap Zulkarnain dalam proyek ini adalah PT BKM.

"Dia juga memerintahkan oknum Ditjen Bimas Islam untuk mengamankan proyek laboratorium dan sistem komunikasi," ujar Abraham.

Belum diketahui siapa pejabat di Ditjen Pendidikan Islam di Kemenag yang disetir oleh Zulkarnain. Sedang Zulkarnain yang dikonfirmasi tidak memberikan respons.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(fjr/ndr)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%