Jumat, 29/06/2012 17:01 WIB

Zulkarnain Pernah Disebut Terima Ribuan USD Terkait Pengawasan Haji

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi VIII, Zulkarnain Djabar, dijadikan tersangka dalam kasus pengadaan kitab suci Alquran di Kementerian Agama. Nama Zulkarnain juga pernah dikait-kaitkan dalam kasus gratifikasi pelaksanaan haji di kementerian yang sama.

Penelusuran detikcom, Jumat (29/6/2012), kasus ini sempat menjadi ramai di tahun 2008 silam. Saat itu Zulkarnain dilaporkan Indonesia Corruption Watch (ICW) karena diduga telah menerima uang dari kementerian sebesar US$ 2.845.

Dana itu diberikan untuk ongkos pengawasan haji ke Arab Saudi tahun 2006. Selain Zulkarnain, ada juga nama lain yang dilaporkan ICW, yakni Said Abdullah.

Yang menarik, kasus dugaan gratifikasi ini pun sebenarnya sudah dilaporkan ke KPK. Namun tidak ada kelanjutan dari laporan tersebut.

Meski akui terima dana dari Kementerian, Zulkarnain sendiri sudah membantah soal tudingan gratifikasi itu. Ia beralasan tidak ada anggaran dari DPR untuk pengawasan haji di luar musim haji.

"Untuk perjalanan dinas ke luar negeri untuk pengawasan haji di luar musim haji itu tidak ada. Anggaran dari DPR hanya pada saat musim haji. Jadi tidak benar saya menerima dana dari 2 lembaga," ujar Zulkarnain kepada detikcom, Sabtu (20/12/2008) lalu.

"Kalau memang bermasalah, besok pun bisa saya kembalikan," tegasnya soal dana itu.

Setelah empat tahun berlalu, Zulkarnain kembali harus berhadapan dengan KPK. Dan kali ini, status politisi Golkar ini sudah dijadikan tersangka di kasus pengadaan kitab suci Alquran. Apa lagi alasan yang bakal disampaikan Zulkarnain kali ini?


(mok/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    79%
    Kontra
    21%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel