Jumat, 29/06/2012 01:00 WIB
KPPU Gandeng Pers Yogyakarta Berantas Kartel
Jakarta - Aksi kartel dapat ditemui di semua lini usaha, termasuk industri media. Dalam pertemuan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) dengan pers Yogyakarta pada Selasa (26/6), ditemukan fakta mengejutkan.
“Dalam pertemuan itu terungkap bahwa ada kartelisasi pers daerah. Pers Yogyakarta merasa ada persaingan tidak sehat di industri media yang mengindikasikan kartelisasi,” kata Ketua KPPU, Tadjuddin Noer Said.
Selama ini KPPU memang sering roadshow ke berbagai daerah dan bertukar pikiran dengan rekan pers setempat. “Yogyakarta memiliki nilai historis karena inilah daerah pertama yang berteriak menentang kartel di perekonomian rakyat,” kata Tadjuddin.
Dari silahturahmi singkat itu, terdapat beberapa informasi bahwa dalam kegiatan jurnalistik juga ada praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Diantaranya adalah: pemboikotan (beberapa koran dilarang dijual di agen tertentu), akuisisi-akuisisi dan mengguritanya pemodal besar yang mematikan koran/media lokal.
“Bahaya kalau terjadi kartelisasi di dunia pers. Akan banyak media lokal dan kecil yang akan tersingkir secara tidak fair. Dunia usaha dan masyarakat sebagai konsumen pada gilirannya akan membayar lebih mahal,” papar Tadjuddin.
Dengan dukungan pers Yogyakarta, KPPU ingin menyadarkan masyarakat tentang kondisi ekonomi dan menghukum para pelaku kartel. “Kami minta bantuan pers Yogyakarta untuk memahami lebih dalam tentang kartel karena dalam penegakan hukum, KPPU tetap butuh kawalan pers untuk mengungkap praktek persaingan tidak sehat yang terjadi di dunia usaha, termasuk dalam industri pers itu sendiri,” lanjut Tadjuddin.
Kerjasama KPPU dan pers Yogyakarta ini tak lepas dari tujuan awal pada saat Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yaitu, mensejahterakan ekonomi masyarakat Indonesia.
(adv/adv)
“Dalam pertemuan itu terungkap bahwa ada kartelisasi pers daerah. Pers Yogyakarta merasa ada persaingan tidak sehat di industri media yang mengindikasikan kartelisasi,” kata Ketua KPPU, Tadjuddin Noer Said.
Selama ini KPPU memang sering roadshow ke berbagai daerah dan bertukar pikiran dengan rekan pers setempat. “Yogyakarta memiliki nilai historis karena inilah daerah pertama yang berteriak menentang kartel di perekonomian rakyat,” kata Tadjuddin.
Dari silahturahmi singkat itu, terdapat beberapa informasi bahwa dalam kegiatan jurnalistik juga ada praktek monopoli dan persaingan tidak sehat. Diantaranya adalah: pemboikotan (beberapa koran dilarang dijual di agen tertentu), akuisisi-akuisisi dan mengguritanya pemodal besar yang mematikan koran/media lokal.
“Bahaya kalau terjadi kartelisasi di dunia pers. Akan banyak media lokal dan kecil yang akan tersingkir secara tidak fair. Dunia usaha dan masyarakat sebagai konsumen pada gilirannya akan membayar lebih mahal,” papar Tadjuddin.
Dengan dukungan pers Yogyakarta, KPPU ingin menyadarkan masyarakat tentang kondisi ekonomi dan menghukum para pelaku kartel. “Kami minta bantuan pers Yogyakarta untuk memahami lebih dalam tentang kartel karena dalam penegakan hukum, KPPU tetap butuh kawalan pers untuk mengungkap praktek persaingan tidak sehat yang terjadi di dunia usaha, termasuk dalam industri pers itu sendiri,” lanjut Tadjuddin.
Kerjasama KPPU dan pers Yogyakarta ini tak lepas dari tujuan awal pada saat Undang-Undang tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat yaitu, mensejahterakan ekonomi masyarakat Indonesia.
(adv/adv)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
544 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
435 share this. -
Ada Perbaikan Jalan, Tol Cawang Arah Bekasi Macet 6 KM
279 share this. -
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
267 share this. -
5 Pengedar Narkotika Dibekuk di LP Nusakambangan
242 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Advertorial Lainnya
Indeks Advertorial »
-
Jumat, 17/05/2013 07:00 WIB
Siap-siap Palembang, Jembatan Ampera Akan Punya Wajah Baru
-
Kamis, 16/05/2013 01:00 WIB
Mudahnya Transfer Online Ke Berbagai Bank dengan mandiri mobile
-
Rabu, 15/05/2013 01:00 WIB
Cara Mudah Dapatkan Manfaat Buah
-
Selasa, 14/05/2013 01:00 WIB
Kata Siapa Lensa Kontak Itu Gak Nyaman?
-
Rabu, 19/06/2013 06:16 WIB
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
-
Rabu, 19/06/2013 06:27 WIB
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
-
Rabu, 19/06/2013 04:29 WIB
WNI di Eropa Juga Keluhkan Keamanan Bagasi di Bandara Soetta
-
Rabu, 19/06/2013 05:52 WIB
Satgas Kejagung Tangkap DPO Korupsi Proyek Air Bersih
-
Rabu, 19/06/2013 05:28 WIB
MA Terjunkan 3 Hakim Agung Pantau Sidang Kasus Cebongan
-
Rabu, 19/06/2013 03:28 WIB
Tiga Pasangan Minta Pilgub Sumsel Diulang
-
Rabu, 19/06/2013 03:43 WIB
Komnas HAM Umumkan Hasil Investigasi Kasus Cebongan Hari Ini
-
Rabu, 19/06/2013 01:22 WIB
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
-
425 Komentar
-
357 Komentar
-
284 Komentar
-
255 Komentar
-
225 Komentar
-
209 Komentar
-
195 Komentar
-
191 Komentar
-
Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 01:38 WIB
Ada Perbaikan Jalan, Tol Cawang Arah Bekasi Macet 6 KM
-
Rabu, 19/06/2013 01:22 WIB
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.


