Kamis, 28/06/2012 23:36 WIB
Indonesia Tuntut Aturan Internasional Soal Klaim Budaya oleh Negara Lain
Kesepakatan ini dihasilkan dalam pertemuan Third Like Minded Countries Meeting (LMCM) on the Protection of Genetic Resources, Traditional Knowledge, and Traditional Cultural Expressions/Foklore (GRTKTCE/F) yang berlangsung di Legian, Bali, Kamis (28/6/2012).
"Negara-negara berkembang yang tergabung dalam LMCs adalah negara yang memproduksi atau menjadi negara asal dari sumber daya genetika, pengetahuan tradisional," kata Direktur Perjanjian Ekonomi dan Sosial Budaya Kemlu, Bebeb AKN Djundjunan, dalam sambutannya.
Menurut Bebeb, selama ini negara-negara maju kerap memanfaatkan sumber daya budaya yang berasal dari negara berkembang. Hal itu, menurutnya, dilakukan tanpa adanya benefit sharing atau pembagian keuntungan. Bahkan, negara-negara maju tersebut tidak menyebutkan asal dari kebudayaan yang mereka gunakan.
"Mereka beragumen, loh kita kan punya teknologi. Kita bisa balas, loh kita bisa cari teknologi sendiri, memang Anda bisa cari sumber genetika sendiri?" tutur Bebeb.
Oleh karena itu, Jumat (29/6) besok, LMCs akan mengundang negara-negara non-LMCs seperti Australia, Cina, Norwegia, dan Switzerland untuk ikut mendengarkan hasil kesepakatan yang dihasilkan hari ini. Diharapkan mereka bisa menjadi jembatan untuk perbedaan-perbedaan pendapat mengenai penggunaan budaya atau bahkan bergabung dengan LMCs.
"Mereka bergabung adalah idaman saya, bayangkan negara-negara itu tadinya menolak keberadaan LMCs. Tapi sekarang mereka mau datang, berarti sudah ada pengakuan dari mereka," pungkasnya.
rencana kenaikan BBM sebabkan penimbunan bbm, bbm bersubdisi jadi langka.saksikan peneluran Reportase investigasi minggu pukul 16.45 WIB Hanya di TransTV
(trq/nvc)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Hujan Diperkirakan Guyur Wilayah Jabodetabek Sore Hingga Malam Hari Ini
1,078 share this. -
Wanita Pemotong Kelamin Abdul: Saya Agak Nggak Nyangka Berbuat Begitu
667 share this. -
Kasus Hambalang, Penahanan Berdasarkan Urutan Penetapan Tersangka
661 share this. -
Protes Abdul kepada Wanita Pemotong Kelamin: Kamu Tega Banget Dah!
645 share this. -
25 Ton Ganja Disita Polisi Paraguay
620 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Sabtu, 25/05/2013 22:37 WIB
Mahfud MD Terima Penghargaan Praktisi Pemerintahan Terbaik
-
Sabtu, 25/05/2013 22:16 WIB
Tak Hadiri Rapat Timwas Century di DPR, Ini Jawaban KPK
-
Sabtu, 25/05/2013 21:37 WIB
Terseret Ombak, 9 Remaja Tewas di Minahasa
-
Sabtu, 25/05/2013 20:45 WIB
Polisi Karawaci Gagalkan Aksi Pembobolan Bengkel
-
Sabtu, 25/05/2013 20:23 WIB
Dalami Century, KPK akan Padukan Keterangan Sri Mulyani & Budi Mulya
-
Sabtu, 25/05/2013 22:16 WIB
Tak Hadiri Rapat Timwas Century di DPR, Ini Jawaban KPK
-
Sabtu, 25/05/2013 21:37 WIB
Terseret Ombak, 9 Remaja Tewas di Minahasa
-
Sabtu, 25/05/2013 20:45 WIB
Polisi Karawaci Gagalkan Aksi Pembobolan Bengkel
-
Sabtu, 25/05/2013 22:37 WIB
Mahfud MD Terima Penghargaan Praktisi Pemerintahan Terbaik
-
Sabtu, 25/05/2013 20:23 WIB
Dalami Century, KPK akan Padukan Keterangan Sri Mulyani & Budi Mulya
-
Sabtu, 25/05/2013 19:31 WIB
Kasus Hambalang, Penahanan Berdasarkan Urutan Penetapan Tersangka
-
Sabtu, 25/05/2013 18:41 WIB
Tunggu Pemeriksaan Darin, Pelimpahan Berkas Luthfi ke Pengadilan Ditunda
-
Sabtu, 25/05/2013 18:38 WIB
Pelajar Solo Tersesat di Gunung Merbabu
-
545 Komentar
-
365 Komentar
-
257 Komentar
-
208 Komentar
-
205 Komentar
-
179 Komentar
-
152 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 13:34 WIB
Menlu AS Tegaskan Dukungan Penuh Untuk Rezim Israel
-
Sabtu, 25/05/2013 10:58 WIB
Begitu Dapat Kerugian Negara Hambalang dari BPK, KPK akan Tahan Tersangka
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
