Kamis, 28/06/2012 01:26 WIB
2 Satpam Pabrik di Garut Ditangkap Karena Mencuri 7 Kuintal Merica
Menurut Kasat Reskrim Polres Garut, AKP Mikra Hasibuan kedua tersangka masing-masing, berinisial Hs (41) dan Wn (39) warga Kelurahan Pakuwon, Kecamatan Garut Kota Garut. Mereka telah melakukan aksi pencurian sejak Januari hingga Juni 2012 sebanyak 6 kali pencurian.
"Pengakuan sementara mereka (Hs dan An-red) 6 kali mencuri setiap kali bertugas piket dipabrik tersebut ", ujan Mikra Rabu (27/6/2012) malam kepada wartawan.
Akibat aksi pencurian tersebut pihak perusahaan kehilangan merica sebanyak 740 kg. Kerugian materi mencapai angka sekitar Rp 85 juta mengingat harga jual merica tiap kilogram mencapai Rp 120 ribu.
"Kami hanya berhasil mengamankan sekitar 17 Kg merica sebagai barang bukti yang disita dari tempat menjual para tersangka," ungkap Mikra.
Menurut Mikra berdasarkan pengakuan para tersangka, mereka berdua menjalankan aksi pencurian dengan sangat leluasa karena saat bertugas memegang kunci gudang menyimpanan bahan baku pembuatan saos.
"Agar perbuatannya tidak diketahui pemilik pabrik para tersangka melempar, karung berisi merica keluar gudang melalui celah genteng," katanya.
Sementara pihak perusahaan sendiri sejak Januari hingga Juni mengeluh kehilangan merica sekitar 40 hingga 50 Kg per minggu.
"Jadi tidak sekaligus, para tersangka bertugas piket dalam sebulan hanya 3 kali, setiap piket mereka ambil merica," pungkasnya.
(mpr/mpr)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 15:23 WIB
BK DPR Segera Rapat Bahas Pemecatan Sukur Nababan
-
Senin, 20/05/2013 15:16 WIB
Mengenal Lebih Dekat Letjen Moeldoko, KSAD yang Baru
-
Senin, 20/05/2013 15:14 WIB
Hari ke-217 Jokowi
Ini 3 Masalah Pelik KJS Versi Jokowi
-
Senin, 20/05/2013 15:13 WIB
GM SLS Chevron: Proyek Bioremediasi Tak Rugikan Negara
-
Senin, 20/05/2013 15:10 WIB
Usut Aiptu Labora, Polisi Ditantang Kejar Rekening Gendut Jenderal
-
Senin, 20/05/2013 14:05 WIB
4 Sentilan Pedas Sefti terhadap Selingkuhan Fathanah
-
Senin, 20/05/2013 14:24 WIB
SBY Pilih Letjen Moeldoko Sebagai KSAD Pengganti Pramono Edhie
-
Senin, 20/05/2013 13:25 WIB
Ini Kisah 6 Mobil Luthfi Hasan yang Belum Terungkap
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Kompolnas: Aiptu Labora Mengadu Ada Aliran Dana ke Petinggi Polri
-
Senin, 20/05/2013 14:51 WIB
Buruh Garmen di Tangerang Diduga Diperkosa Satpam
-
Senin, 20/05/2013 14:15 WIB
Noriyu: 16 RS Mundur, Jokowi Harus Legowo Katakan KJS Belum Siap
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 13:58 WIB
Kisah Jaksa Brebes Mengejar Aset Koruptor Rp 17 Juta Selama 20 Tahun
-
351 Komentar
-
234 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
211 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,841.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
Assad: AS Tidak Benar-benar Menginginkan Solusi Atas Krisis Suriah
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

