BBC Indonesia
Kamis, 28/06/2012 00:44 WIB

Ulama kritik rencana program KB Nigeria

BBCIndonesia.com - detikNews
goodluck jonathan

Jonathan mengakui KB adalah masalah sensitif bagi warga Nigeria.

Para pemuka agama di Nigeria mengkritik rencana Presiden Goodluck Jonathan menerapkan undang-undang keluarga berencana.

Kalangan ulama di Nigeria utara, yang sebagian besar didiami penduduk Muslim, mengatakan mereka akan menolak undang-undang yang membatasi jumlah anak.

Mereka mengatakan pendekatan edukatif lebih bisa diterima daripada memaksakan jumlah anak melalui perangkat hukum.

Presiden Jonathan mengatakan warga Nigeria yang tidak berpendidikan memiliki anak terlalu banyak.

PBB memperkirakan 160 juta penduduk Nigeria dewasa ini bisa membengkak menjadi 400 juta jiwa pada 2050.

Nigeria merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di benua Afrika.

Pemberian Tuhan

Jonathan mengakui membatasi jumlah anak adalah masalah yang sangat sensitif namun menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat jumlah penduduk menjadi tidak terkendali.

"Agar kita bisa membuat perencanaan dengan lebih baik, kita harus mengatur jumlah penduduk, meski saya tahu ini masalah yang sangat sensitif," kata Jonathan saat melantik anggota baru Komisi Kependudukan Nigeria, di Abuja, hari Selasa (26/6).

"Kita orang-orang yang relijius. Ini bukan persoalan mudah," tambahnya.

Penduduk Nigeria rata-rata naik 2,5% per tahun, angka yang dinilai terlalu tinggi mengingat Nigeria sudah relatif padat sementara negara tersebut kekurangan sarana dan prasarana pendukung.

Ia juga mengatakan faktor agama menjadi tantangan ketika pemerintah ingin membatasi penduduk.

"Pemeluk Islam, Kristen, dan agama-agama lain meyakini bahwa anak adalah amanah dan pemberian Tuhan," kata Presiden Jonathan.

"Jadi, sulit mengatakan kepada warga Nigeria untuk membatasi jumlah anak karena mereka tidak ingin menolak pemberian Tuhan," katanya.

(bbc/bbc)



  • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
    Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
    Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra Index »

Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
Pro
55%
Kontra
45%
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
  • Rp .000
  • Rp .000
MustRead close