Ulama kritik rencana program KB Nigeria
Jonathan mengakui KB adalah masalah sensitif bagi warga Nigeria.
Para pemuka agama di Nigeria mengkritik rencana Presiden Goodluck Jonathan menerapkan undang-undang keluarga berencana.
Kalangan ulama di Nigeria utara, yang sebagian besar didiami penduduk Muslim, mengatakan mereka akan menolak undang-undang yang membatasi jumlah anak.
Mereka mengatakan pendekatan edukatif lebih bisa diterima daripada memaksakan jumlah anak melalui perangkat hukum.
Presiden Jonathan mengatakan warga Nigeria yang tidak berpendidikan memiliki anak terlalu banyak.
PBB memperkirakan 160 juta penduduk Nigeria dewasa ini bisa membengkak menjadi 400 juta jiwa pada 2050.
Nigeria merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar di benua Afrika.
Pemberian Tuhan
Jonathan mengakui membatasi jumlah anak adalah masalah yang sangat sensitif namun menegaskan pemerintah tidak akan tinggal diam melihat jumlah penduduk menjadi tidak terkendali."Agar kita bisa membuat perencanaan dengan lebih baik, kita harus mengatur jumlah penduduk, meski saya tahu ini masalah yang sangat sensitif," kata Jonathan saat melantik anggota baru Komisi Kependudukan Nigeria, di Abuja, hari Selasa (26/6).
"Kita orang-orang yang relijius. Ini bukan persoalan mudah," tambahnya.
Penduduk Nigeria rata-rata naik 2,5% per tahun, angka yang dinilai terlalu tinggi mengingat Nigeria sudah relatif padat sementara negara tersebut kekurangan sarana dan prasarana pendukung.
Ia juga mengatakan faktor agama menjadi tantangan ketika pemerintah ingin membatasi penduduk.
"Pemeluk Islam, Kristen, dan agama-agama lain meyakini bahwa anak adalah amanah dan pemberian Tuhan," kata Presiden Jonathan.
"Jadi, sulit mengatakan kepada warga Nigeria untuk membatasi jumlah anak karena mereka tidak ingin menolak pemberian Tuhan," katanya.
(bbc/bbc)
-
Sabtu, 18/05/2013 12:13 WIB
Teleskop milik NASA Kepler rusak
-
Sabtu, 18/05/2013 12:11 WIB
Penjualan mobil di Eropa meningkat
-
Sabtu, 18/05/2013 11:30 WIB
Vasile Muresan, pelukis jalanan Rumania
-
Sabtu, 18/05/2013 10:04 WIB
Prancis akan sahkan pernikahan sesama jenis
-
Jumat, 17/05/2013 22:37 WIB
Pria Arab Saudi membakar diri sebagai protes
-
Sabtu, 18/05/2013 06:54 WIB
3 Rekaman Sadapan KPK yang Bisa Bikin Luthfi Hasan 'Skak Mat'
-
Sabtu, 18/05/2013 12:05 WIB
Ditolak Bercinta, Gadis 19 Tahun Gigit Penis Kekasihnya
-
Minggu, 19/05/2013 00:37 WIB
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
-
Sabtu, 18/05/2013 16:45 WIB
Kelelahan, Bupati Tegal Meninggal Dunia
-
Minggu, 19/05/2013 01:03 WIB
Gita Wirjawan Dukung Jokowi Normalisasi Waduk Pluit
-
Sabtu, 18/05/2013 16:35 WIB
Konglomerat Swedia Kalah Melawan Pedagang Glodok
-
Sabtu, 18/05/2013 06:08 WIB
Para Jenderal Polisi di Markas Ormas Pembela Aiptu Labora
-
Sabtu, 18/05/2013 12:21 WIB
Ada Foto Jenderal di Markas Pembela Aiptu Labora, Ini Tanggapan Polri
-
433 Komentar
-
228 Komentar
-
226 Komentar
-
211 Komentar
-
211 Komentar
-
205 Komentar
-
200 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
- Rp 2,834.000
- Rp .000
-
Sabtu, 18/05/2013 20:10 WIB
Usai Temui Kompolnas, Aiptu Labora Digelandang ke Mabes Polri
-
Sabtu, 18/05/2013 17:40 WIB
Lakukan Penodaan Alquran di Pakistan, Pria Asal China Diamankan Polisi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks

.gif)
Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
