detikcom
Rabu, 27/06/2012 22:50 WIB

Ini Identitas 3 Orang yang Ditangkap KPK di Bandara Cengkareng

Rachmadin Ismail - detikNews
Jakarta - KPK menangkap 3 orang pria di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng. Ketiganya ditangkap atas kasus dugaan suap lahan sawit di Buol, Sulteng. Seorang pengusaha berinisial A sudah lebih dahulu ditetapkan menjadi tersangka.

"Satu orang jadi tersangka, dua lainnya masih dalam proses pemeriksaan," kata Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto dalam jumpa pers di KPK, Jl Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Bambang menjelaskan, ketiga orang itu ditangkap sekitar pukul 17.00 WIB, di Bandara Soekarno-Hatta. Ketiganya ditangkap saat baru turun dari pesawat yang terbang dari Gorontalo.

"Seseorang yang menjadi tersangka berinisial GS sementara dua pria lainnya S dan D masih diperiksa," tambah Bambang.

KPK menyita 3 tas besar dari ketiganya yang diduga uang untuk suap kepada pejabat di Buol. Penyuapan terkait konsesi lahan sawit. Ketiga orang itu bersama pengusaha Anshori masih diperiksa di KPK. Penangkapan atas Anshori dilakukan pada Selasa (26/6), sedang sang pejabat yang hendak disuap masih belum bisa ditangkap karena dilindungi pendukungnya.

(mad/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel