Detik.com News
Detik.com
Rabu, 27/06/2012 16:39 WIB

Unta Koleksi Kebun Binatang Solo Melahirkan

Muchus Budi R. - detikNews
Solo - Salah satu induk betina unta di Kebun Binatang Solo atau Taman Satwa Taru Jurug (TSTJ) Solo melahirkan seekor bayi betina. Kehadiran anak unta tersebut menambah koleksi unta TSTJ menjadi enam ekor.

Unta induk bernama Jessy melahirkan seekor anak betina pada Rabu (27/6/2012) pagi di kandangnya. Bayi yang dilahirkan seberat 10 kg dan dalam kondisi sehat. Beberapa saat setelah kelahiran, anak unta tersebut segera menyusu ke induknya dan mulai belajar berjalan dan mengenali lingkungannya.

Menurut salah seorang petugas di TSTJ, Jessy telah melahirkan untuk ketujuh kalinya. Namun ketujuh anak Jessy tidak semua dipelihara atau dikoleksi di TSTJ. Beberapa anak hewan padang pasir tersebut diantaranya dikoleksi taman satwa atau kebun binatang lain, dengan model pertukaran koleksi hewan.

Dengan kelahiran anak ketujuh Jessy, saat ini koleksi unta milik TSTJ kembali berjumlah enam ekor. Sebelumnya salah satu unta koleksi TSTJ berkurang satu karena mati diterkam oleh singa koleksi TSTJ yang lepas dari kandangnya, beberapa bulan lalu.

Kelahiran bayi unta tersebut menjadi perhatian para pengunjung taman yang berada di tepi Bengawan Solo tersebut. Para pengunjung yang cenderung meningkat seiring liburan sekolah, merasa mendapat hiburan tersendiri dengan kelahiran unta yang belum diberi nama itu.

Namun karena ada kelahiran bayi, layanan khusus bagi penonton yang hendak naik unta keliling taman ditiadakan. "Setiap ada kelahiran bayi, unta-unta lainnya biasanya menjadi menjadi gelisah dan sulit dikendalikan. Untuk sementara ini semua unta dikandangkan dulu, tidak digunakan untuk melayani pengunjung yang hendak naik berkeliling," ujar Wisnu, salah seorang petugas.


Ikuti berbagai berita menarik hari ini di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(mbr/try)


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 23/02/2015 10:27 WIB
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif
    Komjen Badrodin: Penertiban Internal agar Tak Terjangkit Hedonis-Konsumtif Wakil Kapolri Komjen Badrodin Haiti diusulkan Presiden Jokowi menjadi calon Kapolri. Komjen Badrodin mengakui masih banyak perbaikan yang perlu dilakukan di jajaran Polri. Dia juga dengan besar hati mengakui masih banyak penyimpangan yang perlu ditertibkan. Apa saja?
ProKontra Index »

MA Harus Turun Tangan Setop 'Sarpin Effect'!

Putusan hakim PN Jaksel Sarpin Rizaldi yang memperbolehkan status tersangka jadi materi gugatan praperadilan berpotensi menimbulkan kekacauan hukum di Indonesia. "MA harus menyetop. Segera batalkan putusan Sarpin. Kalau tidak, semua tersangka akan melakukan hal yang sama," jelas FH Unsoed Purwokerto, Prof Dr Hibnu Nugroho. Bila Anda setuju dengan Prof Hibnu, pilih Pro!
Pro
94%
Kontra
6%