detikcom
Rabu, 27/06/2012 15:44 WIB

Ical: Suruh Dong Pemerintah Biayai Gedung KPK!

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Sejumlah pihak berencana menyawer dana guna pembangunan gedung baru buat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Namun Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie, justru menolak untuk ikutan menyumbang.

"Nggak, ngapain nyumbang? Kenapa nyumbang?" jawab Aburizal saat ditanya soal kesediaannya menyumbang untuk pembangunan Gedung KPK.

Ical, demikian biasa disapa, mengatakan hal di kantor DPP Partai Golkar, Jl Anggrek Neli, Slipi, Jakarta, Rabu (27/6/2012).

Ical menjelaskan kenapa ia tidak mau menyumbang. Menurutnya, pembangunan sebuah gedung pemerintahan atau lembaga negara bukanlah tanggung jawab dari warga.

"Pemerintah suruh biayain dong, ini tanggung jawab pemerintah," lanjutnya.

Lebih lanjut Ical menjelaskan keyakinannya anggota DPR pasti akan meloloskan anggaran pembangunan gedung. Ia bahkan tidak yakin masalah 'bintang' dalam anggaran KPK itu berasal dari DPR.

"Yang bisa bintangi itu cuma Departemen Keuangan," tandasnya.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(mok/ndr)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000