Rabu, 27/06/2012 13:10 WIB
Adang Daradjatun: Hidayat-Didik Memenuhi 3 Syarat untuk Memimpin Jakarta
Pantauan detikcom di Gelanggang Remaja Jakarta Utara (GRJU), Rabu (27/6/2012), Adang tiba dengan Innova Hitam pukul 12.30 WIB. Mengenakan batik monas berwarna oranye, Adang langsung disambut oleh tim kampanye Hidayat-Didik dan beberapa warga yang menyalaminya.
Pria yang juga pernah mencalonkan diri sebagai cagub DKI pada pilkada 2007 lalu itu akan melakukan orasi di GRJU untuk kampanye Hidayat-Didik. Menurutnya, pasangan cagub-cawagub yang diusung PKS tersebut memenuhi tiga syarat untuk memimpin Jakarta.
"Kalau kita lihat Pak Hidayat dan Didik, beliau memenuhi tiga persyaratan. Beliau memiliki amanah, memiliki moral yang begitu baik, sehingga pasti beliau akan menindak tindakan-tindakan yang tidak terpiuji seperti korupsi," kata Adang.
Syarat kedua, Adang menilai Hidayat Nur Wahid dan Didik J Rachbini memiliki intelektual yang mumpuni untuk memimpin Jakarta. "Pak Hidayat dan Didik doktor dan profesor, dari kemampuan intelektual, saya rasa mereka berdua sangat mampu memimpin Jakarta," tutur suami Nunun Nurbaeti itu.
Selain itu, Adang juga menilai pasangan Hidayat-Didik memiliki fisik yang prima untuk memimpin Jakarta. "Tentunya ini diperlukan karena mereka akan memimpin rapat-rapat pimpinan yang padat," ujarnya.
Adang juga berpesan kepada pasangan itu untuk segera menuntaskan masalah-masalah utama di Jakarta seperti macet dan banjir.
"Sesuai visi dan misi yang sudah disampaikan, beliau bicara kemacetan dan banjir, kesehatan, pendidikan. Saya harapkan masalah-masalah tersebut dapat menjadi prioritas untuk segera diatasi," imbuhnya.
Disiksa dan Tidak Digaji Selam 15 Bulan, 2 PRT di Medan Kabur Dari Rumah Majikannya. Simak Selengkapnya di "Reportase Pagi Akhir Pekan", pukul 04.30 - 05.30 WIB Hanya di TransTV
(trq/aan)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Gempa 5,2 SR Terjadi di Pacitan
1,415 share this. -
KPAI: Jangan Terjebak Gedung 'Wah', Pentingkan Kurikulum
522 share this. -
Parpol Terima Duit Haram Bisa Dibubarkan? Begini Kata Mahfud MD
472 share this. -
2 Kereta Tabrakan di Missouri AS, Jalan Layang Ambruk
260 share this. -
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
127 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 26/05/2013 04:08 WIB
Kompolnas: Tes Kejiwaan di Rekrutmen Polisi Harus Diperketat
-
Minggu, 26/05/2013 03:14 WIB
Komjak Pertanyakan SP3 22 Kasus Korupsi di Kejati Sumbar
-
Minggu, 26/05/2013 02:39 WIB
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
-
Minggu, 26/05/2013 01:47 WIB
Angkot Tabrak Pemotor, Xenia Seruduk Separator di Blok M
-
Minggu, 26/05/2013 01:00 WIB
Parpol Terima Duit Haram Bisa Dibubarkan? Begini Kata Mahfud MD
-
Minggu, 26/05/2013 00:29 WIB
Warga Heboh Temukan Pocong Keluar dari Kuburan
-
Minggu, 26/05/2013 04:31 WIB
Polisi Inggris Tangkap 3 Orang Terkait Pembunuhan Sadis Tentara
-
Minggu, 26/05/2013 02:00 WIB
2 Kereta Tabrakan di Missouri AS, Jalan Layang Ambruk
-
Minggu, 26/05/2013 04:08 WIB
Kompolnas: Tes Kejiwaan di Rekrutmen Polisi Harus Diperketat
-
Minggu, 26/05/2013 02:39 WIB
Mahfud MD Siap Jadi Capres atau Cawapres
-
Minggu, 26/05/2013 01:00 WIB
Parpol Terima Duit Haram Bisa Dibubarkan? Begini Kata Mahfud MD
-
Minggu, 26/05/2013 01:47 WIB
Angkot Tabrak Pemotor, Xenia Seruduk Separator di Blok M
-
Minggu, 26/05/2013 03:14 WIB
Komjak Pertanyakan SP3 22 Kasus Korupsi di Kejati Sumbar
-
545 Komentar
-
258 Komentar
-
209 Komentar
-
205 Komentar
-
184 Komentar
-
152 Komentar
-
137 Komentar
-
127 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Sabtu, 25/05/2013 16:06 WIB
Samad: Opsi Terbaik, Darin akan Diperiksa di Rumahnya
-
Sabtu, 25/05/2013 15:31 WIB
12 Orang Tewas dalam Baku Tembak Pasukan Filipina dengan Abu Sayyaf
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer












Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
