detikcom
Rabu, 27/06/2012 13:10 WIB

Kapal Pencari Suaka Tenggelam di Australia, 123 Orang Selamat

Rita Uli Hutapea - detikNews
Julia Gillard (AFP)
Canberra, - Sebuah kapal pencari suaka lagi-lagi tenggelam dalam perjalanan menuju Christmas Island, Australia. Sekitar 123 orang telah berhasil diselamatkan.

Hal tersebut disampaikan Perdana Menteri (PM) Australia Julia Gillard kepada parlemen Australia seperti dilansir kantor berita AFP, Rabu (27/6/2012).

Dikatakan Gillard, antara 123 dan 133 orang dilaporkan berada di kapal tersebut. Sebelumnya diberitakan kapal tersebut mengangkut sekitar 150 orang.

"Saat kita berbicara ini, saya diberi tahu bahwa 123 orang telah diselamatkan," kata Gillard.

Menurut juru bicara Otoritas Keselamatan Maritim Australia, kapal pencari suaka tersebut tenggelam pada Rabu ini sekitar 107 mil laut sebelah utara Christmas Island di Samudera Hindia. Belum diketahui asal negara para pencari suaka tersebut.

Insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah kapal pencari suaka lainnya tenggelam di wilayah perairan yang sama. Kapal yang mengangkut 200 pencari suaka itu tenggelam di perairan Samudera Hindia saat dalam perjalanan menuju Christmas Island, Australia pada Kamis, 21 Juni lalu.

Tim penyelamat berhasil menyelamatkan 110 orang dalam insiden itu. Sebanyak 17 jasad telah ditemukan, namun puluhan orang lainnya hingga kini tidak diketahui nasibnya.

Ikiti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ita/vta)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%