detikcom
Rabu, 27/06/2012 08:54 WIB

Jika Jadi Wagub, Didik Rachbini Janji Gratiskan Ancol

Dhurandhara HKP - detikNews
Jakarta - Janji-janji manis terlontar dari pasangan Cagub-Cawagub yang berkompetisi dalam Pilkada DKI. Cawagub Didik J Rachbini memilih fokus di kawasan wisata pesisir. Dia berjanji untuk menggatiskan kawasan wisata pantai Ancol.

"Pemprov DKI harus membuka akses masyarakat ke Pantai Ancol dan pantai-pantai lainnya di pantai utara Jakarta secara gratis," ujar Didik dalam pernyataanya, Rabu (27/6/2012).

Meski terhampar di wilayah Utara, selama ini kawasan pantai Ancol merupakan objek wisata berbayar. Menurut Didik, publik seharusnya dapat menikmati pantai secara cuma-cuma karena merupakan fasilitas umum.

"Bahwa pantai pada dasarnya harus terbuka untuk umum. Masyarakat harus bisa mendapatkan akses tanpa dihambat apa pun menuju pantai sehingga pantai tidak boleh dikuasai perorangan atau pun swasta kecuali untuk kepentingan infrastruktur publik seperti pelabuhan," paparnya.

Dalam situs resmi penyelenggara wisata pantai Ancol, para pengunjung dikenai biaya masuk Rp 15.000 ditambah dengan biaya masuk kendaraan Rp 20.000 untuk mobil, Rp 15.000 untuk motor dan Rp 35.000 untuk bis. Fenomena yang ada di Ancol ini jelas jauh berbeda dengan objek wisata pantai lainnya seperti Kuta, Bali yang menggratiskan pengunjungnya untuk menikmati pantai.

Semoga saja jika Didik terpilih, politisi PAN ini benar-benar akan merealisasikan janjinya. Pasalnya selama ini sudah banyak contoh para kandidat Pilkada, melupakan janji muluknya ketika masa kampanye.

(fjr/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel