detikcom
Selasa, 26/06/2012 17:55 WIB

'Digoyang' Industri Perbankan, MA akan Pelajari Putusan Bank Century

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) akan mempelajari putusan kasasi terkait uang ganti nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas senilai Rp 35 miliar. Hal ini menyikapi pernyataan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) yang menganggap rancu antara putusan kasasi dengan UU Perbankan.

"Saya pelajari dulu putusannya," ujar juru bicara MA, Djoko Sarwoko, kepada detikcom, Selasa (26/6/2012).

Hingga malam ini, pihak MA belum mendiskusikan putusan kasasi tersebut. Salinan putusan tersebut diakui MA belum sampai ke Pengadilan Negeri Surakarata, tempat perkara tersebut disidang.

"Setelah membaca putusannya, saya baru bisa memberi catatan," ujar Djoko.

Putusan ini dianggap Perbanas rancu dan membingungkan pelaku perbankan. Apakah Antaboga termasuk produk bank atau bukan. Selain itu, apakah kesalahan tersebut menjadi tanggung jawab pemilik Bank Century atau bukan.

"Saya pikir kita harus mengundang para ahli hukum untuk memberikan bantuannya ke Bank Mutiara. Jangan sampai terjadi suatu kejahatan yang dilakukan seseorang di masa lalu, kemudian publik atau negara yang harus menanggungnya. Asas kewajaran, kepatutan dan keadilan harus diutamakan dalam kasus ini," kata Ketua Perbanas, Sigit Pramono.

MA dalam putusan kasasi memerintahkan Bank Mutiara cabang Solo, Jawa Tengah, membayar 27 uang nasabahnya sebesar Rp 35 miliar dalam kasus reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas. Selain itu, Bank Mutiara juga harus membayar uang Rp 5,6 miliar kepada 27 nasabah sebagai denda.


Indonesia jadi surga pelaku pedopilia dunia. Saksikan di program "Reportase Sore" TRANS TV Senin sampai Jumat pukul 16.45 WIB

(asp/vit)


Setelah eksekusi 6 terpidana mati narkoba, dua negara menarik duta besarnya. Bagaimana perkembangan terkini? Simak di sini.


Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Selasa, 27/01/2015 16:57 WIB
    Menteri Yohana Yembise: Kekerasan Anak Akibat Nikah Muda
    Gb Bagi Yohana Susana Yembise, jabatan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak adalah kepercayaan sekaligus menjadi simbol perjuangan atas dominasi adat di Papua, yang umumnya didominasi laki-laki. Yohana juga mengkhawatirkan tingkat kekerasan anak yang makin memprihatinkan.
ProKontra Index »

Jika Presiden Jokowi Berhentikan BW, BG Juga Harus Dinonaktifkan

Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto (BW) mengajukan berhenti sementara karena menjadi tersangka di Polri. Menurut peneliti ICW, Donal Fariz, bila Presiden nanti menerima pengunduran diri BW, maka Presiden juga harus menonaktifkan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri. Apalagi kasus yang menjerat Komjen BG lebih krusial, yakni korupsi dibanding kasus yang menjerat BW, pidana biasa. Bila Anda setuju dengan Donal Fariz, pilih Pro!
Pro
75%
Kontra
25%