detikcom
QuickCount Persentase Sampel
  • 6,90%
  • 9,20%
  • 6,90%
  • 18,90%
  • 14,30%
  • 11,80%
  • 9,70%
  • 7,50%
  • 6,70%
  • 5,40%
  • 1,60%
  • 1,10%
  • Last Updated : Kamis, 10 April 2014 18:39 , Sumber : Cyrus Network dan CSIS
  • 6.67%
  • 9.44%
  • 6.61%
  • 18.65%
  • 14.86%
  • 11.40%
  • 10.26%
  • 7.60%
  • 6.52%
  • 5.41%
  • 1.60%
  • 0.97%
  • Last Updated : Senin, 21/04/2014 02:10 , Sumber : Radio Republik Indonesia
Selasa, 26/06/2012 17:55 WIB

'Digoyang' Industri Perbankan, MA akan Pelajari Putusan Bank Century

Andi Saputra - detikNews
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) akan mempelajari putusan kasasi terkait uang ganti nasabah PT Antaboga Delta Sekuritas senilai Rp 35 miliar. Hal ini menyikapi pernyataan Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) yang menganggap rancu antara putusan kasasi dengan UU Perbankan.

"Saya pelajari dulu putusannya," ujar juru bicara MA, Djoko Sarwoko, kepada detikcom, Selasa (26/6/2012).

Hingga malam ini, pihak MA belum mendiskusikan putusan kasasi tersebut. Salinan putusan tersebut diakui MA belum sampai ke Pengadilan Negeri Surakarata, tempat perkara tersebut disidang.

"Setelah membaca putusannya, saya baru bisa memberi catatan," ujar Djoko.

Putusan ini dianggap Perbanas rancu dan membingungkan pelaku perbankan. Apakah Antaboga termasuk produk bank atau bukan. Selain itu, apakah kesalahan tersebut menjadi tanggung jawab pemilik Bank Century atau bukan.

"Saya pikir kita harus mengundang para ahli hukum untuk memberikan bantuannya ke Bank Mutiara. Jangan sampai terjadi suatu kejahatan yang dilakukan seseorang di masa lalu, kemudian publik atau negara yang harus menanggungnya. Asas kewajaran, kepatutan dan keadilan harus diutamakan dalam kasus ini," kata Ketua Perbanas, Sigit Pramono.

MA dalam putusan kasasi memerintahkan Bank Mutiara cabang Solo, Jawa Tengah, membayar 27 uang nasabahnya sebesar Rp 35 miliar dalam kasus reksadana PT Antaboga Delta Sekuritas. Selain itu, Bank Mutiara juga harus membayar uang Rp 5,6 miliar kepada 27 nasabah sebagai denda.


Ratusan mahasiswa di universitas Samratulangi Manado saling serang. Belasan gedung perkuliahan hancur dan puluhan sepeda motor dibakar. Saksikan liputan lengkapnya dalam program "Reportase Malam" pukul 02.51 WIB hanya di Trans TV

(asp/vit)


Punya info seputar #LaluLintas? Jangan lupa kirim ke pasangmata.com .

Sponsored Link

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 17/04/2014 12:31 WIB
    Dirut PT KCJ: Jangan Dulu Berharap Kereta Tepat Waktu
    Gb "PT KAI menggunakan track untuk kereta penumpang dan barang. Komuter di track yang sama. Dan jangan berharap ada ketepatan waktu jika rel digunakan bersama," kata Dirut PT KCJ Tri Handoyo.
ProKontra Index »

Bagi-bagi Kursi dan Menteri Itu Tidak Baik

Calon presiden PDIP Jokowi bertekad menguatkan sistem presidensial jika nanti terpilih. Jokowi menegaskan koalisi yang dibangunnya bukanlah koalisi bagi-bagi kursi dan jatah menteri. Dia mengatakan, yang akan diajak koalisi adalah partai-partai yang siap bekerja sama membangun bangsa dan negara tanpa meminta jatah kekuasaan. Bila Anda setuju dengan gagasan Jokowi, pilih Pro!
Pro
78%
Kontra
22%
MustRead close