Selasa, 26/06/2012 13:51 WIB
Kunjungi Pemukiman Padat, Cawagub Ahok Bagikan Nomor Kontak Pribadinya
"Saya bagikan kartu nama saya agar masyarakat bisa menyampaikan keluhannya langsung ke saya. Nanti juga kita akan wajibkan walikota dan kepala dinas pasang nomor handphonenya di rumah sakit," kata Ahok, di Rawabadak Utara, Koja, Jakarta Utara, Selasa (26/6/2012).
Menurut Ahok, pejabat publik yang tidak memberikan nomor kontak pribadi sama saja tidak berpihak kepada masyarakat. Sehingga pemberian nomor kontak pribadi dinilainya sebagai pendidikan politik.
"Proses pendidikan politik penting kepada warga. Kalau nggak mau kasih nomor handphone itu pembohongan saja. Kami juga mendidik masyarakat untuk tegas memilih orang yang punya hati melayani, bukan cuma orang yang bagi-bagi dapatkan sesuatu," imbuh Ahok.
Ahok meyakinkan warga perlunya nomor kontak pribadi pejabat publik dipegang oleh mereka. Ditambahkan, hal ini juga dapat menjadi sarana pemetaan permasalahan yang ada di Jakarta.
"Yang paling anda butuhkan adalah gubernur yang mau tinggalkan nomor handphone pribadi. Sehingga kalau ada nomor ini, akan membuat gubernur dan wakil gubernur, kalau perlu seluruh RT, RW, dan masyarakat memberikan sms, kami bisa membuat peta masalah. Jadi ini adalah survei kebutuhan rakyat yang paling cepat dan efisien," yakin Ahok.
Ahok juga berjanji untuk mendirikan poliklinik gratis jika dirinya bersama Joko Widodo terpilih. "Poliklinik gratis supaya ibu-ibu sehat," ujar Ahok.
Dalam pilkada DKI Jakarta 2012, Ahok mendampingi Joko Widodo atau yang dikenal dengan sebutan Jokowi. Pasangan bernomor urut 3 tersebut mengandalkan program Jakarta sehat, Jakarta pintar, dan transparansi birokrasi.
Simak Rangkuman Beragam Peristiwa Penting dan Menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam", pukul 01.00 WIB Hanya di TransTV
(vid/rmd)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
4.564 Siswa Tak Lulus UN di Sumut
1,987 share this. -
Anggota Komisi X Ragu Kelulusan UN Hasil Kejujuran Siswa
1,045 share this. -
Napi Tato Tweety Jual Sabu: Di Penjara Tak Ada yang Gratis
690 share this. -
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
683 share this. -
Tabrak Polisi Saat Konvoi UN, 3 Siswi Diburu Hingga ke Kolong Ranjang
620 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Jumat, 24/05/2013 17:37 WIB
Hari ke-221 Jokowi
KJS Diperlukan Masyarakat, Jokowi: Jangan Ada yang Ganggu!
-
Jumat, 24/05/2013 17:37 WIB
Konvoi Kelulusan di Semarang, Siswa Konvoi Naiki Truk dan Main Api
-
Jumat, 24/05/2013 17:35 WIB
Sebut Misbakhun Rampok Century, Benny Handoko Jadi Tersangka
-
Jumat, 24/05/2013 17:35 WIB
5 Jenderal yang Siap Jadi Capres
-
Jumat, 24/05/2013 17:34 WIB
DPW PKS Sulbar: Kami Tetap Hormati Ustad Luthfi, Seperti Orang Tua
-
Jumat, 24/05/2013 16:06 WIB
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
-
Jumat, 24/05/2013 17:12 WIB
Jadi Tersangka Sebut Ahok Cina, Farhat: Harusnya Perkara ini Didamaikan
-
Jumat, 24/05/2013 16:31 WIB
Apa yang Membuat Luthfi dan Fathanah Dekat? Ini Kata Fahri Hamzah
-
Jumat, 24/05/2013 15:41 WIB
Tabrak Polisi Saat Konvoi UN, 3 Siswi Diburu Hingga ke Kolong Ranjang
-
Jumat, 24/05/2013 14:50 WIB
Fahri Hamzah Minta Darin Mumtazah Tak Penuhi Panggilan KPK
-
Jumat, 24/05/2013 15:55 WIB
Suripto Pernah Dijanjikan Rumah oleh Luthfi di Condet
-
Jumat, 24/05/2013 15:49 WIB
Anis Matta Persoalkan Perempuan yang Diungkap di Kasus Luthfi
-
Jumat, 24/05/2013 16:36 WIB
Jokowi Cek Kesiapan KJS di RSUD Cengkareng, Bangku Tunggu Pasien Patah
-
581 Komentar
-
364 Komentar
-
221 Komentar
-
216 Komentar
-
214 Komentar
-
204 Komentar
-
183 Komentar
-
145 Komentar
-
Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Jumat, 24/05/2013 16:12 WIB
Ketua MA Serukan Revisi UU Agar Tilang Tak Perlu Sidang Pengadilan
-
Jumat, 24/05/2013 16:06 WIB
Sebut Ahok Cina, Farhat Abbas Jadi Tersangka
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer
















Made Tantrawan (21), mahasiswa Fakultas MIPA UGM memiliki catatan prestasi yang luar biasa. Ia menjadi langganan juara olimpiade internasional dan kini lulus dengan sempurna. Apa resepnya?
Perlawanan para koruptor memang bervariasi. Sejak pertama kali pemberantasan korupsi dilakukan pada permulaan revolusi di Indonesia, tahun 1957, perlawanan sudah terjadi. Perlawanan para koruptor sudah merupakan hukum besi. Hukum perlawanan adalah hukum kemestian.
