detikcom
Selasa, 26/06/2012 12:43 WIB

Mengejutkan! Anggito Abimanyu Diangkat Jadi Dirjen Haji dan Umroh

Ramdhania El Hida - detikNews
Jakarta - Mengejutkan! Anggito Abimanyu terpilih menjadi Dirjen Haji dan Umroh Kementerian Agama. Mantan Eselon I Kementerian Keuangan ini justru ditarik Kemenag untuk mengelola segala urusan terkait haji dan umroh.

Hal ini dibenarkan Dirjen Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto. Menurutnya, pelantikan Anggito ini akan dilaksanakan pada hari ini pukul 14.00 WIB di kantor Kementerian Agama.

"Iya benar Pak Anggito, jam 2 ini pelantikannya," ujar Rahmat kepada detikFinance, Selasa (26/6/2012).

Rahmat diundang dalam pelantikan tersebut mengingat Kemenag merupakan pemegang sukuk syariah terbesar.

"Jadi Pak Rahmat minta izin ke Kemenkeu untuk menghadiri pelantikan Pak Anggito. Dia mendapat undangan karena Kemenag pemegang sukuk syariah terbesar, sekitar Rp 5 triliun, makanya diundang," tambah Sekretaris Jenderal Kemenkeu Kiagus Ahmad Badaruddin.

Dipilihnya Anggito sebagai Dirjen Haji dan Umroh Kemenag mengejutkan. Sebab, selama ini dirjen favorit di Kemenag ini selalu diisi oleh orang internal Kemenag.

Anggito Abimanyu merupakan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kemenkeu pada masa kepemimpinan Sri Mulyani. Kemudian, dia keluar setelah gagal menjadi Wakil Menteri Keuangan dan kembali mengajar di Universitas Gadjah Mada.

Anggito kemudian sempat mendaftarkan diri menjadi Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sayangnya, langkah lelaki pemain flute ini terhadang pada tahap awal.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(nia/asy)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%