detikcom
Selasa, 26/06/2012 11:22 WIB

Kahumas PT KAI: Tambahan 3.000 Personel Perketat Pengamanan KA Lebaran

Nurvita Indarini - detikNews
Jakarta - Lebaran masih dua bulan lagi. Namun sejumlah persiapan sejak jauh hari telah dilakukan oleh PT KAI demi memberikan layanan yang aman dan nyaman. Saat mudik-balik Lebaran nanti, keamanan diperketat dengan mengerahkan 2.800 hingga 3.000 personel tambahan.

"Kami akan perketat pengamanan dengan penambahan personel. Akan ada petugas keamanan yang mengenakan seragam dan ada beberapa yang tidak berseragam. Jadi pengamanannya ada yang bersifat terbuka dan tertutup. Penambahan personelnya sekitar 2.800 hingga 3.000 di seluruh Indonesia. Ini hanya untuk personel tambahannya saja," terang Kepala Humas PT KAI Sugeng Priyono.

Berikut ini wawancara detikcom dengan Sugeng terkait angkutan KA Lebaran, Senin (25/6/2012).

Tiket KA tambahan untuk Lebaran sudah disiapkan?

KA tambahan untuk semua kelas mulai bisa dipesan pada 1 Juli pukul 00.00 WIB. Kalau mau beli tiket ekonominya bisa dipesan langsung ke loket tiket online di stasiun. Loket tiket online maksudnya loket yang bisa melayani penjualan tiket ke jurusan lain.

Kalau untuk KA kelas bisnis dan ekonomi, tiket bisa dipesan di kantor pos, minimarket Indomart, jaringan minimarket Alfamart, dan lainnya.

Berapa tambahannya?

Untuk KA tambahan Lebaran tahun ini ada 32 tambahan perjalanan KA secara nasional. Jadi ada 18 KA komersil, dan 14 untuk ekonomi. 32 Perjalanan itu PP dari beberapa daerah, tidak harus dari Jakarta, dan ini secara nasional.

Persiapan apa lagi yang dilakukan oleh PT KAI?

Yang pasti dalam rangka ketertiban percaloan, pemegang tiket namanya harus sama dengan tiket yang dipegang. Di stasiun keberangkatan akan dicek.

Lalu kita juga memetakan sejumlah titik rawan, misalnya rawan longsor, banjir, juga kita siapkan juru penilik jalan ekstra. Penilik jalan kereta api ini yang akan berjalan untuk mengecek dan memastikan jalannya kereta aman.

Antisipasi kriminalitas di atas KA?

Untuk antisipipasi keamanan, kita minta keterlibatan aparat keamanan dari kepolisian dan TNI. Kami akan perketat pengamanan dengan penambahan personel. Akan ada petugas keamanan yang mengenakan seragam dan ada beberapa yang tidak berseragam. Jadi pengamanannya ada yang bersifat terbuka dan tertutup. Penambahan personelnya sekitar 2.800 hingga 3.000 di seluruh Indonesia. Ini hanya untuk personel tambahannya saja

Terkait nama pemegang tiket harus sama dengan nama yang tertera di tiket, bagaimana jika ada orang yang ingin mengubah nama di tiket?

Kita nggak kaku, hanya upaya untuk membiasakan masyarakat saja. Berlaku resminya 1 September. Sekarang ini kan masa sosialisasi. Kalau mau mengubah nama di tiket, bisa melapor ke Customer Service. Ini kami lakukan untuk mempersempit percaloan.

Ada beberapa ketentuan yang kami lampirkan di belakang tiket KA. Misalnya kalau batal berapa yang bisa di-refund. Kalau ganti jam keberangkatan akan dapat sekian. Di sebalik tiket ada ketentuan dan syarat pengangkutan.

Bagaimana dengan tiket promo KA?

Kami memang punya program tiket promo seperti di layanan penerbangan. Tapi jumlahnya terbatas sekali dan tempat duduknya pun sudah ditentukan. Hanya saja kalau untuk angkutan lebaran, tiket promo sulit untuk diterapkan. Promo hanya akan diberikan sebagai insentif di angkutan yang dianggap tidak ramai alias di hari yang sepi.

Karena promo dan jumlah terbatas, memang jadinya rebutan. Kalau ingin tahu ada promo atau tidak telepon saja 121, atau tanya di loket atau agen.


Praktek penimbunan BBM melibatkan oknum aparat keamanan. Seperti apa modusnya? Tonton "Reportase Investigasi", Minggu, 26 Mei 2013, pukul 16.45, hanya di TRANSTV

(vit/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Wawancara Terbaru Indeks Wawancara ยป
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    55%
    Kontra
    45%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000