detikcom
Senin, 25/06/2012 15:42 WIB

Pegawai PT Pindad Dapat Senpi dari Anggota Organisasi Airsoft Gun

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Pegawai PT Pindad, AT yang ditangkap polisi karena menjadi pemasok senjata kepada kawanan perampok nasabah masih diperiksa. AT mengaku mendapat senjata dari pelaku lain yang masih buron, A.

"Asal usul senjatanya itu dari sana (Pindad) tidak juga. Dia memperoleh senjata itu dari seseorang bernama A, belum dapat (buron)," kata Kasat Jatanras Polda Metro Jaya AKBP Helmy Santika saat ditemui di kantornya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (25/6/2012).

Helmy mengatakan meski AT terlibat, namun belum tentu perusahaan tempat AT bekerja juga ikut terlibat. AT ditangkap di luar perusahaan, bukan saat dia bekerja.

"Apakah Pindad terlibat, belum tentu. Kita tangkap dia di luar, kemudian diketahui bekerja di situ dan dia peroleh (senjata api) dari A. Baru sekali (pasok senjata)," jelasnya.

Selain A, polisi juga mengejar pelaku lain berinisial G. Sementara A, merupakan anggota organisasi olahraga airsoft gun. Namun apakah A masih aktif dalam organisasi tersebut, polisi masih mendalaminya.

"Dia (AT) memperoleh senjata itu dari seseorang bernama A. A ini dia ikut organisasi olahraga airsoft gun," ucapnya.

Saat diperiksa, AT mengaku kalau senjata yang ia jual dikatakan A sebagai senjata pabrik. Namun apa pabrikan senpi itu, polisi masih mendalaminya.

"Senjata itu sumbernya ada dua. Pertama, pabrikan dan kedua, rakitan. Kalau rakitan bisa dibuat siapa saja. Kalau pabrikan itu senjata dibuat oleh pabrik. Bagaimana cara masuknya, bisa legal atau ilegal," ungkapnya.

Menurut Helmy, untuk mengetahui senjata itu pabrikan atau tidak harus ada kekuatan hukum atau ahli yang menyatakan hal itu.

"Kalau senjata itu diambil dari Pindad, ada ahlinya yang memeriksa senjata. Ahlinya dari Wasendak. Tapi begini jangan menjustifikasi. Saya fokus ke perampokannya," imbuhnya.


(gus/nwk)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel