Senin, 25/06/2012 15:34 WIB

Wakil Ketua MPR Tantang Menteri KIB II Berkantor di Papua

Muchus Budi R. - detikNews
Hajriyanto Y Tohari/Dok Detikcom
Solo - Konflik yang terus berlangsung di Papua dikhawatirkan akan terus membara jika tidak mendapat perhatian khusus dari pemerintah pusat. Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Tohari, menantang para menteri di KIB II berkantor di provinsi paling timur tersebut untuk mengetahui langsung problem yang terjadi di lapangan.

"Jangan sepenuhnya pemerintah Papua yang disalahkan dengan adanya konflik di sana. Pemerintah Pusat idealnya turun tangan terlebih dahulu sebelum benar-benar menarik diri. Saya tantang seluruh menteri yang duduk di dalam Kabinet Indonesia Bersatu jilid II untuk berkantor di Papua agar mengetahui apa sebenarnya keinginan rakyat Papua," ujarnya di Solo, Senin (25/6/2012).

Hajri mengatakan penyelesaian bersenjata di Papua sama sekali bukan jalan keluar yang pas. Demikian pula pengucuran dana otonomi khusus Rp 30 triliun. Menurutnya, yang paling tepat adalah mengetahui terlebih dahulu secara gamblang kondisi dan kemauan riil masyarakat Papua. Karena itulah pemerintah pusat tidak bisa melepas tangan begitu saja dalam persoalan di Papua saat ini.

Pemerintah memang telah memberikan otonomi khusus kepada Pemerintah Papua untuk mengatur daerahnya sendiri. Namun demikian bukan berarti pemerintah pusat langsung lepas tangan dengan menyerahkan segala persoalan yang terjadi di Papua saat ini. Tanpa bimbingan, pemerintah di daerah akan kesulitan menjalankan otonomi khusus itu.

"Pemerintah daerah di Papua akan kesulitan menjalankan otonomi khusus tersebut. Jadi jangan sepenuhnya pemerintah Papua yang disalahkan dengan adanya konflik disana. Pemerintah pusat idealnya turun tangan terlebih dahulu. Bila tidak dipantau pemerintah pusat, bisa saja pemerintah daerah salah mengartikannya," ujarnya.

(mbr/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    86%
    Kontra
    14%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel