Senin, 25/06/2012 14:58 WIB

Soemarmo Bantah Ancam Wakil Wali Kota Semarang

Moksa Hutasoit - detikNews
Soemarmo.
Jakarta - Wali Kota Semarang, Soemarmo HS, membantah pernah mengancam Wakil Wali Kotanya, Hendrar Prihadi. Terdakwa kasus dugaan suap dana APBD Semarang itu juga membantah jika disebut tidak pernah melibatkan Hendrar dalam pemerintahan.

"Soal pengancaman, itu sama sekali tidak ada. Untuk apa mengancam-ancam? Dia bohong sama sekali, saya menyesalkan dengan pernyataan dia, karena itu tidak pernah ada," ujar Soemarmo di sela-sela sidang di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jaksel, Senin (25/6/2012).

Menurt Soemarmo, dirinya juga sering melibatkan Hendrar dalam pembahasan APBD Semarang. Hendrar pun diyakini memahami soal pembahasan tersebut.

"Soal pengakuan dia tidak pernah dilibatkan, padahal dia penanggungjawabnya. Seharusnya ikut proses pembahasan dari awal," tegasnya.

Sebelumnya, Hendrar mengaku sempat diancam Soemarmo karena dituding sebagai pelapor kasus suap tersebut. "Saya menjawab, akan saya buktikan mas (Soemarmo) kalau bukan saya (yang laporkan)," kata Hendrar saat bersaksi untuk Soemarmo di Pengadilan Tipikor.

Hendrar dianggap sebagai pelapor akibat terbongkarnya kasus dugaan suap Pemkot Semarang terkait pembahasan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Semarang tahun 2011. Soemarmo pun kini harus berurusan dengan hukum.

Menurut Hendrar, jika urusan hukum tidak bisa diselesaikan, Soemarmo mengancam persoalan ini akan menjadi urusan keluarga besar keduanya. Bukan hanya itu, Soemarmo juga memastikan jika hubungan dirinya dengan Hendrar akan diselesaikan secara laki-laki.

"Ini urusan laki-laki, kalau tidak bisa di-hold," ungkap Hendrar menirukan ucapan Soemarmo.



(mok/lh)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    88%
    Kontra
    12%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close