Senin, 25/06/2012 14:37 WIB
Komisi III DPR: KPK Jangan Paksa Gedung Kantor Baru Disetujui
"(Permintaan KPK) Nanti dipelajari, tapi tidak boleh maksa-maksa. Tidak ada satupun komisi yang ingin menjatuhkan mitranya," kata Ketua Komisi III Gede Pasek Suardika di Gedung DPR, Jakarta, Senin (25/6/2012).
Pasek berharap KPK tetap mengikuti prosedur pembahasan usulan anggaran proyek sesuai mekanisme yang berlaku di DPR. "Jangan nuansa LSM lebih dominan. Saya hanya berharap ini anggaran antar lembaga negara mari kita duduk yang sehat," tuturnya.
Menurutnya belum disetujuinya anggaran untuk proyek gedung baru, karena Komisi II masih melakukan pembahasan. Sebab selain KPK, mitra kerja komisi seperti Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga membutuhkan gedung baru.
"Jangan minta spesial. Semua ada forumnya. Semua ada tatibnya. Tapi urusan mau ambil pungutan dari masyarakat, bukan di sini tempatnya," kata Pasek.
Gedung KPK saat ini sudah berusia 31 tahun dan tidak lagi memadai untuk menampung pegawai yang jumlahnya mencapai 650 orang termasuk tumpukan ribuan berkas perkara. Padahal gedung itu dibangun hanya untuk menampung 350 orang.
Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto sempat melontaskan wacana agar gedung baru dibangun dari duit urunan masyarakat.
(van/lh)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Polri Tugasnya untuk Kemanusiaan, Bukan Berbisnis!
651 share this. -
Wanita Muda di Semarang Ditemukan Tewas dengan Luka di Tubuhnya
498 share this. -
Korea Utara Kembali Uji Rudal Jarak Pendek Keempatnya
350 share this. -
Korban Runtuhan Tambang Freeport di Papua Bertambah Jadi 8
292 share this. -
Pencopet Tewas Tertabrak Busway usai Beraksi di Bogota
272 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Senin, 20/05/2013 13:40 WIB
Kapolri Perintahkan Usut Tuntas Kasus Rekening Gendut Aiptu Labora
-
Senin, 20/05/2013 13:38 WIB
Sidang Bioremediasi Chevron
Kubu Terdakwa Curiga Saksi Ahli Berbohong Soal Riwayat Akademis
-
Senin, 20/05/2013 13:37 WIB
MUI dan BPOM Kerjasama Tangkal Makanan Tak Halal
-
Senin, 20/05/2013 13:34 WIB
Kata Hidayat Tentang Pertemuannya dengan Fathanah di Pesawat ke Medan
-
Senin, 20/05/2013 13:34 WIB
Ini Kisah 6 Mobil Luthfi Hasan yang Belum Terungkap
-
Senin, 20/05/2013 11:20 WIB
Waduk Pluit Dikeruk Lagi, Ahok: Itu Mau Buat Limbah Bukan Kafe
-
Senin, 20/05/2013 11:46 WIB
Dokter: Orang Kaya Royal Bayar Ultah, Tapi Masih Pakai Jamkesda
-
Senin, 20/05/2013 12:20 WIB
Kalah Top dari Jokowi, Ical Terus Gencarkan 'Serangan Udara'
-
Senin, 20/05/2013 13:11 WIB
BBM yang Ditimbun Aiptu Labora Lebih Besar dari Kuota Pertamina
-
Senin, 20/05/2013 11:56 WIB
Pelajar Anggota Geng Klewang Menangis Minta Bisa Sekolah Lagi
-
Senin, 20/05/2013 12:49 WIB
Penjual Roti Salju di Tambora Ini Pasang Poster Ingin Bertemu Artis
-
Senin, 20/05/2013 13:00 WIB
Tidak Ditemukan HP, Tapi Ditemukan Tumpukan SimCard di Sel Agusrin
-
Senin, 20/05/2013 12:48 WIB
Direktur PT SAW Jadi Tersangka dalam Kasus Aiptu Labora
-
351 Komentar
-
233 Komentar
-
228 Komentar
-
212 Komentar
-
210 Komentar
-
209 Komentar
-
201 Komentar
-
173 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,837.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Senin, 20/05/2013 10:54 WIB
Kandidat Capres Mulai 'Serangan Udara' Sampai Blusukan Ala Jokowi
-
Senin, 20/05/2013 10:49 WIB
Bhatoegana: Cari Anggota DPR yang Titip Absen, Itu Kriminal!
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


.gif)





_5.gif)






Di balik nikmatnya kopi-kopi yang terseduh di kafe, ada seorang pencicip kopi yang menjadi ujung tombak dari cita rasa kopi. Contohnya Yusianto, salah satu pencicip kopi bersertifikat internasional pertama di Indonesia. Lidahnya bisa dibilang 'senjata' untuk mendapatkan kopi dengan cita rasa unggulan.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

