detikcom
Senin, 25/06/2012 11:02 WIB

Updated

Kisah Pengajar Muda dan Si 'Lintang' dari Desa Tertinggal di Kaltim

Rachmadin Ismail - detikNews
Dok. Indonesia Mengajar
Jakarta - Tokoh Lintang dalam novel Laskar Pelangi digambarkan sebagai anak miskin, tinggal di kampung terpencil, namun memiliki kepintaran yang luar biasa. Siapa sangka, tokoh serupa ditemukan juga oleh para pengajar muda dari Yayasan Indonesia Mengajar. Bagaimana ceritanya?

Fransisca Andana Okasanawati, salah satu pengajar muda yang bertugas di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, menceritakan kisahnya. Selama 8 bulan bekerja, dia mengaku banyak mendapat pengalaman berharga, termasuk bertemu dengan Aisyah, bocah SD yang luar biasa pintarnya.

Sekadar informasi, desa yang ditempati oleh Oka--sapaan akrab Fransisca-- terletak di perbatasan Kalimatan Selatan dan Kalimantan Timur. Dari kota Balikpapan, dia harus menempuh 4 jam lagi perjalanan darat untuk mencapai lokasi.

Selesai perjalanan darat, Oka harus menyeberang sungai supaya bisa ke desa tempatnya mengajar.

"Ini desa terpisahkan sungai, peradabannya seperti tertinggal 20 tahun karena dulu belum ada jembatan di sini. Jembatan baru ada satu tahun terakhir. Seperti desa terisolir," tutur Oka saat berbincang dengan detikcom, Senin (25/6/2012).

Tapi di desa terpencil itulah Oka menemukan Aisyah. Siswa kelas 2 SD 015 yang berprestasi dan lolos mengikuti final Olimpiade Sains Kuark di Jakarta mewakili provinsi Kalimantan Selatan bersama tiga anak lain yang bersekolah di kawasan kota.

"Di usia begitu, dia sudah lancar membaca. Padahal anak lain di desa tersebut belum bisa. Setiap hari ke rumah saya, membaca buku terus, kita ngobrol terus. Dia sangat cepat sekali mengerjakan soal. Iya mirip cerita Lintang," jelasnya.

Aisyah tinggal bersama nenek dan kakeknya di rumah sederhana di Kabupaten Paser tersebut. Kedua orang tuanya sudah bercerai, dan sang ibu bekerja di Balikpapan.

"Kalau melihat ceritanya sedih sekali hidupnya. Tapi dia sungguh luar biasa," cerita perempuan lulusan UGM ini.

Rencananya, Oka dan Aisyah akan terbang ke Jakarta pada 28 Juni mendatang untuk mengikuti lomba olimpiade sains tersebut. Dia berharap Oka bisa membawa nama baik daerahnya, sekaligus sebagai bukti bahwa anak yang tinggal di desa terpencil tetap bisa berprestasi selama masih ada keinginan.

"Inilah makanya saya senang di sini. Banyak menemukan hal baru, dan bisa belajar dengan masyarakat apa adanya. Saya rela ninggalin S2 buat ke sini. Setidaknya ini yang bisa saya lakukan untuk Indonesia," tutup Oka.



Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(mad/vit)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%