detikcom
Senin, 25/06/2012 09:27 WIB

Ngeri... 1 dari 5 Remaja Melakukan Aborsi

Deden Gunawan - detikNews
Jakarta - Mengerikan ternyata sebanyak 21 persen remaja atau satu di antara lima remaja di Indonesia pernah melakukan aborsi. Data menyedihkan itu merupakan hasil pengumpulan data yang dilakukan Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA).

Data diperoleh dengan cara mengumpulkan 14.726 sampel anak SMP dan SMA di 12 kota besar di Indonesia, antara lain Jakarta, Bandung, Makassar, Medan, Lampung, Palembang, Kepulauan Riau dan kota-kota di Sumatera Barat dalam Forum Diskusi Anak Remaja pada 2011.

Hasilnya mengagetkan, mereka mengaku hampir 93,7 persen pernah melakukan hubungan seks. “Lalu 83 persen mengaku pernah menonton video porno, dan 21,2 persennya itu mengaku pernah melakukan aborsi,” jelas Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait, saat ditemui majalah detik.

Arist menyatakan, data itu bukan penelitian melalui lembaga survei, tapi data itu merupakan temuan dari hasil pertemuan remaja dalam sebuah forum diskusi secara nasional melalui Pendidikan Sebaya, semacam konseling dan sebagainya.

***

Tulisan lengkap Aborsi Remaja, Ngeri! bisa dibaca di edisi terbaru Majalah Detik (edisi 30, 25 Juni 2012). Edisi ini mengupas tuntas kasus Aborsi Remaja dengan tema ‘Aborsi Remaja, Ngeri!’ juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik seperti rubrik Nasional membahas ‘Urunan Untuk Elektabilitas Ical’, Internasional ‘Berharap Yesus Turun ke Yunani’, rubrik gaya hidup ‘Pria-pria Hobi Spa’, berita komik ‘Perampokan Emas 10 kg’ rubrik seni dan hiburan dan review film ‘Di Timur Matahari’, WKWKWK ‘Dipaksa Minum Jampi-jampi Gara-gara Maling’, serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi pdf bisa di-download www.majalahdetik.com Selamat menikmati!

(iy/iy)

Dapatkan ulasan lengkap Fokus dengan mendownload edisi Majalah detik melalui tablet Android dan iPad, atau download versi PDFnya di majalahdetik.com.





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    Laporan Khusus Terbaru Indeks Laporan Khusus ยป
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel