detikcom
Minggu, 24/06/2012 15:53 WIB

WN Korsel Ditemukan Tewas Gantung Diri di Jl Dharmawangsa Raya

Chazizah Gusnita - detikNews
Jakarta - Seorang warga negara Korea Selatan CJW (48) ditemukan tewas di rumahnya di Jl Dharmawangsa Raya, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. CJW ditemukan gantung diri di kamar tidurnya.

"Ditemukan kemarin malam sekitar pukul 22.00 WIB. Yang menemukan pertama kali pembantu dan mertua laki-lakinya," kata Kapolsek Kebayoran Baru, Kompol Maulana Hamdani, saat dihubungi detikcom, Minggu (24/6/2012).

Penemuan mayat CJW karena kecurigaan pihak keluarga. CJW seharian tidak keluar dari kamarnya. Kemudian mertua laki-lakinya dan pembantu berusaha membuka paksa pintu kamar. Setelah terbuka, CJW sudah ditemukan tergantung.

"Nggak ada tanda kekerasan. Ciri-ciri fisiknya nampak memang bunuh diri," jelasnya.

Menurut Maulana, motif gantung diri CJW masih didalami. Sejumlah rekan kerja dan keluarga sudah dimintai keterangan oleh polisi. Sejauh ini, CJW tidak mempunya masalah dalam pekerjaannya atau pun masalah keluarga.

"Nggak ada. Baik saksi di lingkungan kerja maupun di keluarga nggak ada (masalah)," ujarnya.

(gus/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel