detikcom
Minggu, 24/06/2012 15:08 WIB

Pendukung Cagub DKI Bubar, Jl Kebon Sirih Lancar Tapi Bak Lautan Sampah

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Pemaparan visi dan misi cagub-cawagub DKI Jakarta sudah selesai. Aktivitas di sekitar Gedung DPRD DKI Jakarta, tempat berlangsungnya acaranya kembali normal termasuk Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat yang tadinya macet, kini sudah mulai lancar.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (24/6/2012), pukul 14.00 WIB, massa masing-masing pendukung cagub-cawagub DKI telah membubarkan diri dengan tertib.

Misalnya massa pendukung Hidayat-Didik, mereka berjalan bersamaan dari belakang Gedung DPRD DKI Jakarta menuju parkiran kendaraan pribadi mereka yang diparkir di pinggiran Jl Kebon Sirih.

Begitu juga dengan massa pendukung Foke-Nachrowi, mereka juga memarkirkan kendaraan di pinggiran Jl Kebon Sirih. Sementara massa pendukung Jokowi-Ahok, yang awalnya terpencar mereka kembali berkumpul di Jl Kebon Sirih RT 19 di mana kendaraan mereka terparkir di situ.

Dengan begitu, Jl Kebon Sirih yang tadinya dipadati parkiran massa pendukung hingga memakan dua lajur, kini sudah kembali seperti semula.

Namun setelah membubarkan diri, mereka meninggalkan sampah. Sampah makanan minuman berserakan Jl Kebon Sirih. Tak cuma sampah makanan minuman, mereka juga meninggalkan sejumlah spanduk-spanduk yang ditempelkan di pagar dan beberapa pohon sekitar Gedung DPRD DKI Jakarta. Kurang lebih ada 20-an spanduk yang masih tertempel.

Selain itu, massa pendukung 6 cagub-cawagub ini merusak taman kecil kota. Mereka berjalan sambil menginjak sejumlah tanaman hias di sekitar lokasi. Tak lama, setelah mereka membubarkan diri, 10 petugas kebersihan datang untuk membersihkan Jl Kebon Sirih dari lautan sampah.

(gus/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    MustRead close