Minggu, 24/06/2012 15:08 WIB

Belum Juga Setujui Pembangunan Gedung KPK, DPR Takut?

Septiana Ledysia - detikNews
Ilustrasi/Dok detikcom
Jakarta - Komisi III DPR yang belum juga menyetujui anggaran pembangunan gedung KPK, dikritik. Mereka dinilai takut KPK akan bergerak lebih optimal setelah gedung baru itu terwujud.

"Kalau begini malah memperlihatkan kalau mereka (DPR) tidak mau kinerja KPK meningkat. DPR ketakutan," kata Koordinator Advokasi dan Investigasi Seknas Forum Indonesia Untuk Transparansi Anggaran (FITRA), Ucok Sky Khadafi, dalam diskusi di Warung Daun, Jalan Cikini Raya, Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Ucok menyatakan seharusnya DPR legowo dan mendukung pembangunan gedung itu. Pasalnya, KPK memang memerlukan fasilitas tersebut untuk mengoptimalkan kinerjanya.

"DPR tidak adil, sampai dikasih bintang. Untuk KPK diblokir, untuk kementerian lain diberikan," tuturnya.

Ucok menilai Komisi III mempunyai kepentingan di KPK. Ada negosiasi yang belum selesai. Tujuannya jelas mereka ingin mengontrol KPK.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi III, Nasir Djamil, mengatakan proses pembahasan anggaran pembangunan gedung KPK masih berlangsung. Beberapa mitra Komisi III lainnya juga mengajukan permohonan anggaran untuk membangun gedung baru, sehingga Komisi III harus lebih selektif.

"Masih dibintangi karena masih dalam proses pembahasan. Tentu komisi III akan mempertimbangkan, sehingga Komisi III tidak diskriminatif. Jangan sampai ada kesan KPK diberi tapi BNPT tidak dikasih," ujar Nasir di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (22/6/2012).

(try/fjp)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
      15 Tahun Reformasi
      Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
      Gb Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    100%
    Kontra
    0%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel