detikcom
Minggu, 24/06/2012 15:08 WIB

Sampaikan Visi Misi, Jokowi Pertanyakan APBD DKI Era Foke

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Masa kampanye cagub dan cawagub DKI Jakarta dimulai hari ini dengan agenda penyampaian visi dan misi masing-masing calon. Dalam pidato penyampian visinya, salah satu cagub, Jokowi, mempertanyakan APBD DKI di masa kepemimpinan Gubernur Fauzi Bowo.

"Tadi menunjukkan fakta-fakta selama 5 tahun ini yang Rp 140 triliun sudah jadi apa. Kita ini menunjukan fakta. Banjir kanal timur itu proyek milik PU. Busway? Itu miliknya Pak Sutiyoso. Lah yang Rp 140 triliun itu ke mana," kata Jokowi kepada wartawan.

Hal itu disampaikan dia usai acara penyampaian visi dan misi cagub-cawagub di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu, (24/06/2012).

Jokowi menengarai ada yang salah dengan tata kelola anggaran. "Yang ingin kami sampaikan, poin nomer satu adalah penataan anggaran tata kelola anggaran itu yang penting," ucap Jokowi.

Jokowi juga menyayangkan besarnya anggaran yang sudah dikucurkan negara untuk membangun kota Jakarta. "Kami melihat Rp 140 triliun selama 5 tahun itu tidak jadi apa-apa," kritiknya.

Menurut dia, masalah semacam ini bisa terjadi karena berbagai hal. Misalnya karena ada oknum di pemerintahan yang menggelapkan dana atau karena pemborosan penggunaan anggaran yang tidak tepat sasaran.

"Bisa saja mengarah ke sana (korupsi) bisa ada pemborosan memang karena managemennya tidak betul," ucap Jokowi.

(vit/try)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel