detikcom
Minggu, 24/06/2012 14:35 WIB

Jika Jadi Gubernur DKI Faisal Tak akan Bangun Jalan Layang & Tol

Salmah Muslimah - detikNews
Jakarta - Tak akan ada pembangunan jalan layang dan tol dalam kota. Demikian janji cagub-cawagub DKI Jakarta, Faisal Basri-Biem Benyamin. Sebab pembangunan jalan itu ditengarai tidak menyelesaikan problem kemacetan dan hanya menguntungkan developer.

"Jangan lagi kita membangun jalan layang terlebih dahulu dan kita larang pembangunan jalan tol dalam kota. Karena dari pengalaman, tidak ada penambahan jalan malah mengurangi kemacetan. Hanya menguntungkan developer," kritik Faisal saat memaparkan visi misinya di gedung DPRD DKI, Jl Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Minggu (24/6/2012).

Membangun kota Jakarta bukan semata membangun secara fisik, namun yang dimaksud membangun kota adalah membangun keadaban. Menurut dia, tidak ada gunanya membangun gedung-gedung jika pembangunan yang ada tidak lagi memanusiakan manusia.

"Pada mimbar ini marilah kita bangun peradaban yang baru. Kalau keadaban sudah beres kita bisa membangun secara konsisten," terang Faisal yang mengenakan kemeja putih dan celana hitam.

Faisal berjanji akan membuat warga Jakarta sejahtera jika dirinya terpilih menjadi DKI I. Sebagai calon independen, dia meminta untuk tidak dianggap sebagai musuh. Dia berharap akan dicintai oleh mereka yang berasal dari partai jika kelak sudah berkiprah.

Dia menilai saat ini tata ruang telah menjelma menjadi tata uang. Padahal harus dihindari uang yang mengatur Jakarta. Yang jelas permasalahan di Jakarta seperi macet harus tuntas.

"Kami tidak berselera membuat proyek baru yang fenomenal. Kami ingin rakyat seefisien mungkin menikmati dana yang ada. Yakni dengan bekerja sama dengan pihak kereta api. Jika perlu kita membangun join ventura dengan PT KAI," tutur akademisi UI ini.

Dia menegaskan keberadaan TransJakarta bukanlah program Fauzi Bowo, namun program gubernur sebelumnya. Namun dia mengkritik kebijakan gubernur DKI saat ini yang terkesan memanjakan warga di kawasan Pondok Indah.

"Masa yang diperhatikan cuma penduduk Pondok Indah melulu. Busway, monorail akan melewati Pondok Indah, Mewah sekali, padahal pusat kemacetan yang paling dahsyat ada di mana-mana kecuali Pondok Indah," cetus Faisal.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vit/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%