detikcom
Minggu, 24/06/2012 13:09 WIB

Hidayat Nurwahid dan Mimpinya Soal Jakarta Sebagai Smart City

Ramdhan Muhaimin - detikNews
Jakarta - Pasangan Hidayat Nurwahid-Didik J Rachbini mendapat giliran keempat untuk menyampaikan visi dan misi di depan anggota DPRD DKI Jakarta. Dalam pidatonya, Hidayat menyebutkan mimpinya untuk membangun Jakarta sebagai Smart City.

"Jika warga Jakarta memberikan kepercayaan kepada kami untuk memimpin Jakarta, kami programkan Jakarta sebagai Smart City," ujar Hidayat dalam pidatonya di sidang paripurna Penyampaian Visi Misi Cagub-cawagub DKI Jakarta, di gedung DPRD DKI, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Minggu (24/6/2012).

Hidayat mengatakan sudah sewajarnya jika kota Jakarta lebih baik dari kota-kota lain di Indonesia. Karena di Jakarta terdapat kantor sekretariat ASEAN. Karena itu, Jakarta sedah selayaknya menjadi kota paling utama di ASEAN.

Menurutnya, berbagai kalangan dari warga Jakarta sudah galau dan gelisah dengan berbagai problematika Jakarta. Sebagai contoh, kata dia, soal kemacetan yang sudah menggila sehingga banyak warga Jakarta yang akhirnya menjadi tua di jalan.

Bahkan akibat kemacetan itu, kerugian diperkirakan mecapai Rp 30 triliun. Hidayat juga berbicara soal pendidikan, kesehatan, banjir, dan kesejahteraan sosial.

Karena itu menurutnya, Smart City adalah salah satu solusi yang bisa dihadirkan untuk mengurai persoalan Jakarta adalah Smart City. Konsep kota yang menjabarkan cita-cita pendiri Jakarta sebagai Jaya Karta.

"Seperti cita-cita pendiri kota ini untuk menjadikan Jakarta sebagai Jaya Karta. Kota yang cerdas, dengan didukung sistem teknologi informasi yang modern, transportasi publik yang baik dan terintegrasi, keamanan yang terjamin," tutur Hidayat.

Sementara cawagub Didik J Rachbini, menambahkan 4 visi Jakarta. Karena menurutnya, Jakarta hingga kini terbengkalai.

Empat visi Jakarta itu adalah pemenuhan kebutuhan dasar dan sumber daya manusia, pembangunan infrastruktur kota modern, penerapan tata kelola dan pemerintahan yang bersih, dan partisipasi warga dalam menciptakan stabilitas keamanan.

"Kami yakin dengan kesungguhan kami dan semua pemanggku kepentingan, maka segala tantangan akan mudah dihadapi, seperti spirit Jaya Karta," jelasnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(rmd/fjp)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close