BBC Indonesia
Minggu, 24/06/2012 11:41 WIB

Australia hentikan pencarian korban kapal terbalik

BBCIndonesia.com - detikNews
ilustrasi kapal pencari suaka

Pemerintah Australia memperkirakan ada lebih dari 200 orang yang berada dalam kapal saat kecelakaan terjadi.

Pemerintah Australia mulai Sabtu (23/06) menghentikan proses pencarian korban selamat dari kecelakaan kapal pencari suaka yang telah berlangsung selama tiga hari.

Petugas penyelamat memperkirakan masih ada sekitar 90 orang korban yang hilang dari kecelakaan kapal yang tengah menuju pulau Christmas.

Otoritas Keamanan Laut Australia (AMSA) mengatakan mereka telah melakukan proses pencarian yang dilakukan di perairan sebelah utara pulau Christmas namun tidak menemukan tambahan korban selamat dalam peristiwa tersebut.

Mereka menjelaskan penemuan korban selamat terakhir terjadi pada Kamis (21/06) lalu.

"Laporan dari anggota yang melakukan pencarian lewat pantauan udara maupun yang berada kapal pencari menyebutkan tidak menemukan korban selamat di areal pencarian yang luas ini," bunyi pernyataan AMSA seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Kapal yang terbalik pada hari Kamis lalu itu diperkirakan mengangkut lebih dari 200 orang pencari suaka.

Kerap terjadi

Petugas penyelamat mengatakan mereka berhasil menyelamatkan 109 orang sesaat setelah peristiwa itu terjadi.

"Sangat bisa dipercaya jika kapal ini mengangkut lebih 200 orang namun sampai sekarang kami tidak tahu jumlah pastinya," kata AMSA.

AFP melaporkan pada hari Sabtu kemarin petugas memutuskan untuk menghentikan proses pencarian tersebut.

Menteri Dalam Negeri Australia Jason Clare sebelumnya telah mengatakan masa kritis pencarian korban selama 36 jam telah lewat dan situasi harapan bagi korban untuk selamat juga kecil.

"Mungkin masih ada korban yang hidup namun kami telah melewati masa kritis itu," kata Clare kepada Stasiun Televisi ABC.

Dalam keterangan sebelumnya Clare mengatakan para pencari suaka ini kebanyakan berasal dari Afganistan.

Dalam beberapa tahun terakhir gelombang pencari suaka, kebanyakan berasal dari Afganistan, Sri Lanka dan Irak, mendatangi kawasan Australia melalui jalur Indonesia menggunakan kapal meski sering tenggelam.

Sekitar 50 pencari suaka tewas ketika kapal mereka pecah menabrak karang di Pulau Christmas pada bulan Desember 2010.

(bbc/bbc)



Berita Terbaru Indeks Berita ยป
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%