detikcom
Minggu, 24/06/2012 08:17 WIB

Anggota Komisi III Siap Sumbang Gajinya untuk Bangun Gedung KPK

Moksa Hutasoit - detikNews
Jakarta - Dukungan terhadap pembangunan Gedung baru KPK terus bermunculan. Bahkan dukungan datang dari salah satu anggota Komisi III yang mengaku siap untuk menyumbang gajinya.

"Saya siap memberi gaji saya sebulan di DPR," kata anggota DPR, Didi Irawadi, saat dihubungi, Minggu (24/6/2012).

Hanya saja, saat didesak soal jumlah yang bakal disumbang, Didi menolak membeberkan lebih jauh. "Nggak enak ah," elaknya.

Didi mengaku bingung kenapa anggaran untuk KPK masih saja terus mendapat bintang. Ia siap jika diminta mendorong publik agar dapat menyumbang bagi KPK.

Komisi III, menurut Didi, harusnya bisa segera meloloskan anggaran pembangunan gedung tersebut. Gedung baru nantinya juga harus didukung dengan infrastruktur dan peralatan yang makin canggih.

"Gedung baru harus didukung oleh infrastruktur dan berbagai peralatan-peralatan yang dapat mendukung kerja KPK agar KPK bisa lebih optimal dalam menjalankan peran dan tugasnya," beber politisi Demokrat ini.

Menurut Didi, kebutuhan akan gedung baru bagi KPK dinilai sudah sangat mendesak. Dengan jumlah pegawai yang terus bertambah, gedung yang sekarang ditempati sudah sangat tidak layak.

Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, sebelumnya melontarkan wacana penggalangan dana untuk gedung baru KPK. Alasannya, sudah beberapa tahun ini Komisi III DPR tak kunjung mengabulkan permohonan pencairan dana Rp 61 miliar untuk membangun gedung. Padahal, pemerintah sudah memberi lampu hijau.

Gedung KPK saat ini sudah berusia 31 tahun dan tidak mampu menampung pegawai yang jumlahnya mencapai 650 orang. Sejatinya gedung itu hanya bisa menampung 350 orang.

(mok/mok)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel