Sabtu, 23/06/2012 00:26 WIB
Pembangunan Jalur Kereta Api Ganda di Sumsel Ditunda
Menurut Alex, pembangunan rel ganda untuk angkutan batubara itu tetap akan dibangun, namun sedikit terhambat akibat adanya beberapa persyaratan yang harus dipenuhi dalam Undang-Undang (UU) No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
“Batal tidak, terganjal juga tidak. Namun ada persyaratan yang harus dipenuhi, sehingga butuh waktu lebih lama lagi,” kata Alex, Jumat (22/06/2012), usai rapat paripurna DPRD Sumsel.
Dia menjelaskan, dalam UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian, ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi yaitu investor yang membangun rel ganda tersebut harus memiliki izin-izin kuasa pertambangan (KP).
Dengan demikian, mau tidak mau PT Adhani, investor asal India yang akan membangun rel ganda itu harus bekerjasama dengan salah satu pemegang KP. Setelah itu, barulah izin diajukan kembali. ”Ya harus mulai dari awal lagi, sehingga butuh waktu lama,” katanya.
Sebelumnya Wakil Ketua DPRD Sumsel, Ahmad Djauhari menjelaskan, pembangunan jalur kereta api ganda dari Muaraenim menuju Tanjung Api Api (TAA), gagal. Pasalnya, saat ini investor asal India tak dapat melanjutkan kontrak kerjasama akibat terganjal UU No 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian.
Dalam UU itu menurut Djauhari, pada pasal 13 ayat satu dijelaskan perkeretaapian dikuasai oleh negara dan pembinaannya dilakukan pemerintah. Pada ayat dua dijelaskan, pembinaan yang dimaksud ayat satu meliputi pengaturan, pengendalian dan pengawasan.
Sehingga pengelolaan jalur kereta api dari Muaraenim-TAA untuk angkutan batubara itu, tidak bisa dikelola oleh investor asing. Kepastian ini kata Djauhari, diketahui setelah pihaknya melakukan kunjungan ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub).
“Ini yang sangat kami sayangkan, sebuah kemajuan harus mengalah dengan sistem aturan main dalam negara. Padahal sebelumnya sudah sempat ada penandatanganan kerjasama dihadapan presiden dengan pihak asing yang
akan menanamkan modalnya di Sumsel,” ungkap Djauhari.
Ia menambahkan, dalam aturan tersebut sebuah perusahaan yang ingin mengangkut hasil bumi atau batubara seperti PT Adhani, harus memiliki pertambangan, baru bisa melanjutkan jasa angkut. Namun, jika tidak memiliki pertambangan negara tidak akan mengizinkan.
“Bayangkan saja, berapa besar kerugian yang harus ditelan Sumsel. Betapa tidak, investasi senilai triliun rupiah harus lepas dari bumi Sumsel, sementara pemerintah sendiri tidak memberikan solusi dari permasalahan transportasi batubara kita,” katanya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel, Sarimuda, mengatakan pembangunan rel KA jalur ganda dari Muaraenim ke TAA, tidak ada lagi masalah. Sebab izin dari Kemenhub, sudah selesai.
”Menhub sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No PM 91 tahun 2011 tanggal 31 Oktober 2011, aturan itupun sudah diterima oleh kita,” kata Sarimuda seraya menjelaskan dengan keluarnya izin itu, maka pembangunan rel jalur ganda oleh PT Adani itu bisa direalisasikan di tahun ini juga.
Sebagai informasi, PT Adani Sumsel yang akan membangun rel jalur ganda itu adalah perusahaan patungan antara PT Adani Global asal India dengan PD Pertambangan dan Energi (PDPDE), salah satu perusahaan daerah milik Pemprov Sumsel.
Rel jalur kereta api khusus batubara ini akan melintasi tiga kabupaten dan kota dengan panjang sekitar 290 kilometer, yakni Muara Enim, Muba dan Banyuasin. Di Muara Enim, melintasi kecamatan Lawang Kidul, Ujan Mas, Gunung Megang dan Benakat. Masuk Muba, melintasi kecamatan Sekayu, Sungai Keruh dan Sungai Lilin. Sedangkan di Banyuasin melintasi kecamatan Pulau Rimau, Talang Kelapa, Tanjung Lago dan
Banyuasin II.
Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV
(tw/van)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Harga BBM Naik, Tarif Angkutan DKI Diusulkan Naik 30 %
590 share this. -
Demo Hingga Tengah Malam, Mahasiswa Bentrok dengan Polisi
567 share this. -
Siap-siap! Hari Ini Air PAM di Depok Bakal Mati 4 Jam
531 share this. -
Pertama di Indonesia! Pemakai Diampuni karena Ungkap Mafia Narkoba
497 share this. -
Polri akan Akomodir Polwan yang Ingin Berjilbab
352 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Rabu, 19/06/2013 17:13 WIB
Ketua DPD Sebut 6 Nama Calon Pengganti Taufiq Kiemas
-
Rabu, 19/06/2013 17:09 WIB
Gugat UU Kejaksaan,
Antasari Ingin Jaksa Terlibat Pidana Diperiksa Tanpa Izin Jaksa Agung
-
Rabu, 19/06/2013 17:06 WIB
Laporan dari Singapura
Marina Bay pun Tertutup Kabut Asap
-
Rabu, 19/06/2013 17:00 WIB
Ini Usul PKL Kepada Jokowi untuk Mengatasi Kemacetan di Pasar Minggu
-
Rabu, 19/06/2013 17:00 WIB
Hari ke-248 Jokowi
Tinjau Normalisasi Kali Pesanggrahan, Jokowi Pamer Programnya Jalan
-
Rabu, 19/06/2013 16:42 WIB
Jokowi Soal Kopaja: Ini Mobil atau Gerobak? Ngeremnya Pakai Doa
-
Rabu, 19/06/2013 15:35 WIB
Kabut Asap di Singapura Terburuk dalam 16 Tahun, Warga dan Turis Marah
-
Rabu, 19/06/2013 15:37 WIB
Saat Syekh Tifatul Dipanggil Bro
-
Rabu, 19/06/2013 16:55 WIB
Soal Asap, Warga Singapura Sebut Pemerintah Lembek terhadap Indonesia
-
Rabu, 19/06/2013 15:57 WIB
Blusukan Cek Masalah, Jokowi Berani Diadu dengan Para Kadis
-
Rabu, 19/06/2013 16:13 WIB
Kabut Asap Bertambah Parah, Menlu Singapura Telepon Marty
-
Rabu, 19/06/2013 15:25 WIB
Mobil Camry Wamen ESDM Terobos Masuk Jalur TransJ di Sudirman
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
432 Komentar
-
362 Komentar
-
291 Komentar
-
260 Komentar
-
230 Komentar
-
210 Komentar
-
204 Komentar
-
199 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Saling Lontar Sindiran, Kubu Tifatul dan Anis Matta Adu Kuat di PKS?
-
Rabu, 19/06/2013 14:12 WIB
Didesak Cepat Hilangkan Banjir dan Macet, Jokowi: Apa Saya Tukang Sulap?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer




_10.gif)





_5.gif)






_4.gif)
Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

