detikcom
Jumat, 22/06/2012 23:00 WIB

Kampanye 1 Juli di GBK, Jokowi-Ahok Janji Tak Buat Kemacetan

M. Iqbal - detikNews
foto: detikcom
Jakarta - Pasangan cagub dan cawagub DKI Jakarta Joko Widodo dan Basuki Purnama (Ahok), mendapat jatah kampanye akbar pada 1 Juli 2012 di Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Pada kampanye itu, mereka pastikan tak akan membuat kemacetan di Jakarta

"Pak Jokowi tidak mau membuat Jakarta menjadi kotor atau macet hanya karena beliau sedang berkampanye. Jadi ya kita minta relawan yang hadir untuk tertib, jangan buang sampah, jangan spanduk ditebar di jalanan, jangan baliho dimana-mana, karena itu bukan style-nya Joko Widodo," ujar tim sukses Jokowi Ahok, Denny Iskandar.

Hal itu disampaikan dalam perbincangan bersama wartawan di Kantor KPU DKI, Jalan Budi Kemuliaan, Jakarta Pusat, Jumat (22/6/2012) malam.

Menurutnya, pada kampanye akbar 1 Juli nanti pihaknya tidak akan memobilisasi massa untuk memenuhi Gelora Bung Karno. Yang dilakukan hanyalah konsolidasi untuk pengamanan di lokasi.

"Kita melakukan kordinasi untuk melakukan pengamanan, ya. Tapi memobilisasi sampai berbus-bus itu enggak. Kita tidak melakukan pola itu," terangnya.

Ia menuturkan bahwa pada kampanye akbar nanti akan ada format kampanye yang berbeda dari pasangan Cagub Jokowi-Ahok. Salah satunya adalah festival kotak-kotak, seperti pasar yang digelar di lokasi kampanye.

"Kalau artis, kedengarannya kok aneh ya, sementara ada yang mengundang, kami malah orang (artis) yang ingin berpartisipasi, bukan mengundang. Misalnya slankers dan slanknya sendiri. Semuanya sukarela," pungkasnya.

Selain artis, tokoh nasional pun akan turut meramaikan kampanye cagub asal Solo itu. Dua tokoh yang dipastikan akan hadir adalah Prabowo Subianto dan Megawati Soekarnoputri

Lalu, berapa estimasi massa yang akan memenuhi GBK pada 1 Juli nanti? "Kalau estimasi pendukung partai saja kira-kira 50 ribu, kalau ditambah 100 ribu relawan yang tercatat hari ini, ya kira-kira 150 sampai 200 ribu," ucapnya.

"Cuma sekali lagi pak Jokowi tidak mau membuat jakarta menjadi kotor atau macet hanya karena beliau berkampanye," tambahnya.



(van/van)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    56%
    Kontra
    44%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel
    • Rp .000
    • Rp .000
    MustRead close