detikcom
Jumat, 22/06/2012 20:37 WIB

Tempat Pijat Refleksi Dirampok, Ninja 150RR PNS Melayang

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - Tempat pijat refleksi R 30, di Jl Otista Raya, No 58, Kebon Sayur, Jakarta Timur, dirampok oleh 4 pelaku tidak dikenal Pukul 19.30 WIB. Akibat peristiwa tersebut Ardiansyah Dody Tisna (27) terpaksa harus kehilangan motor Ninja 150 RR miliknya.

"Kejadian Pukul 18.30 WIB. Saat itu saya lagi refleksi, salah seorang pegawai memberitahukan saya, langsung turun ke bawah," ujar Ardiansyah Dody Tisna saat ditemui wartawan di Mapolsek Jatinegara, Jakarta Timur, Jumat (22/6/2012).

Dody mengaku sempat mengejar pelaku sampai Terminal Kampung Melayu. Tapi pelaku akhirnya bisa melarikan diri. "Udah bingung mau ke mana lagi. Saya lapor ke Polsek Jatinegara," kata pria yang berprofesi sebagai PNS itu.

Pegawai panti pijat, Malik (16), mengatakan pelaku yang berjumlah 4 orang itu datang dengan mengendarai 2 motor. Dua pelaku di antaranya diduga membawa senjata api.

"Salah seorang pelaku ada masuk ke dalam, sementara pelaku lain menunggu di motor," kisahnya.

Di dalam panti pijat, satu pelaku yang memakai helm itu sempat disapa Malik. Di parkiran motor, pelaku lainnya membongkar kunci motor milik pengunjung panti.

Setelah itu masuk lagi salah seorang pelaku dengan menodongkan pistol. Dia meminta Malik jangan berbuat macam-macam.

"Nunduk aja, kalau lo liat gue tembak," tutur pelaku itu. "Sambil kepala saya dipukul-pukul pake senjata," lanjut Malik.

Selain motor, pelaku juga mengambil ponsel milik Malik. Usai menyatroni panti pijat, para pelaku langsung melarikan diri.

(edo/gah)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    47%
    Kontra
    53%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel