detikcom
Jumat, 22/06/2012 15:20 WIB

Komunitas Batak di Bali Demo Konsulat Malaysia Soal Tari Tor-tor

Gede Suardana - detikNews
Gede Suardana/detikcom
Denpasar - Klaim Malaysia atas tari Tor-tor Mandailing dan Gordang Sambilan dikecam warga Batak di Bali. Mereka mendesak Malaysia mencabut klaim tersebut.

Puluhan warga yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Batak se-Bali (IKBB) berunjuk rasa di depan Konsulat Malaysia di Kuta, Jl Pantai Kuta, Jumat (22/6/2012). Aksi ini dilakukan dengan menggunakan pakaian khas Batak dan memamerkan tarian Tor-tor.

Massa juga memainkan alat musik khas Batak. Mereka membawa poster mengecam sikap Malaysia seperti "Tor-tor Gondang Sambi adalah milik masyarakat Batak, Indonesia". Mereka pun berteriak khas Batak, 'Horas-horas'.

"Kita mendesak Malaysia mencabut klaimnya atas Tor-tor Mandailing," kata korlap aksi, AM Lubis.

Warga Batak memamerkan tarian Tor-tor Mandailing di depan konsulat. "Tor-tor Mandailing asli budaya Batak. Tidak satu negara pun bisa mengklaim sebagai milik mereka. Tor-Tor milik Indonesia," teriak Lubis.

Aksi warga Batak dengan pakaian khas, tari dan musiknya menarik minat wisatawan mancanegara yang melintas di pantai Kuta. Mereka mengabadikan aksi para warga Batak yang berdendang dan menari-nari. Aksi ini menimbulkan kemacetan arus lalu lintas.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(gds/try)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%