Jumat, 22/06/2012 15:14 WIB

Tim AU Bentuk Tim Selidiki Kecelakaan Fokker-27

Edward Febriyatri Kusuma - detikNews
Jakarta - TNI AU membentuk tim untuk menyelidiki kecelakaan Fokker-27 yang jatuh di perumahan perwira menengah TNI AU di Halim Pernadakusumah, Jakarta Timur. Penyelidikan ini diperkirakan memakan waktu tiga bulan.

"Ada tim dari Mabes TNI AU yang melakukan penyelidikan. Tim itu dari Dinas Keselamatan Terbang dan Kerja TNI AU," kata Kadispen TNI AU Marsekal Pertama Azman Yunus di Lanud Halim Perdanakusumah, Jumat (22/6/2012).

Azman juga menegaskan, pesawat militer itu tidak memiliki black box. "Namanya pesawat militer tidak ada black box. Kalau pesawat militer menggunakan black box itu dapat dimanfaatkan oleh musuh kalau jatuh," katanya.

Azwar mengatakan, setiap terbang, kesehatan anggota TNI selalu diperiksa. Karena setiap skuadron memiliki dokter. "Penerbangan juga harus ada perilisan atau ada orang yang bertanggung jawab terkait layak atau tidaknya penerbangan," katanya.

Pesawat Fokker yang jatuh hari Kamis (21/6) pukul 14.45 WIB telah berusia 35 tahun. Pesawat itu berisi 7 tentara yang semuanya tewas. Sedangkan korban sipil yang tewas adalah 4 anggota keluarga Mayor Yohanes, yang rumahnya tertimpa pesawat.

(nal/nrl)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    45%
    Kontra
    55%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel