detikcom
Jumat, 22/06/2012 15:06 WIB

Bobol Situs Forex Trading, RG Danai Pelatihan Teroris di Poso

Andri Haryanto - detikNews
Jakarta - Aksi cyber crime menjadi modus baru kelompok teroris mendanai aksinya. Seperti dilakukan RG yang ditangkap Densus 88. Ahli IT ini membobol situs forex trading dan uang ratusan juta yang diperolehnya, di antaranya untuk membiayai pelatihan teroris di Poso dan membeli senjata api.

"Yang bersangkutan memberikan dukungan Rp 667 juta untuk pelatihan paramiliter di Poso," ungkap Kabag Penum Polri, Kombes Boy Rafli Amar, di Jakarta, Jumat (22/6/2012).

Selain itu, RG yang ditahan sejak Mei lalu diketahui juga memberikan sokongan dana untuk pembelian senjata bagi kelompok teroris sebesar Rp 200 juta. Namun temuan ini masih diperlukan pendalaman lebih lanjut.

Uang yang diperoleh RG dari hasil kejahatan cyber juga diduga digunakan untuk biaya operasional bom bunuh diri Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Jebres, Solo, September tahun lalu. Selain itu juga untuk pengadaan kendaraan dan tempat tinggal bagi kelompok teroris di Medan.

"Yang pertama adalah ruko tiga lantai di Azam Aquare, satu unit bangunan rumah tinggal beralamat di Jl Karya Kasih. Satu unit bangunanan rumah tinggal di Jl Ekawarni no 4 Medan, satu ruko di Jl Jenderal Sudirman," papar Boy.

Sekain itu RG diketahui membelanjakan uang hasil kejahatan untuk membeli peralatan elektronik dari Hongkong. Karena pada dasarnya RG ahli IT, maka belanja perangkat eleltronik yang nilanya mencapai Rp 36 juta dilakukan secara online.

"Barang-barang tersebut kini statusnya sudah penyitaan oleh Densus 88 Antiteror Mabes Polri," kata Boy.


Simak rangkuman aneka berita penting dan menarik sepanjang hari ini di "Reportase Malam" Pukul 0.30 WIB hanya di TransTV

(ahy/lh)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Kamis, 20/06/2013 17:40 WIB
    Mensos Salim Segaf: Saya Siap Dicopot
    Gb PKS menunggu surat 'cerai' dari Presiden SBY. Menteri Sosial Salim Segaf Aljufri menghormati apapun keputusan Presiden SBY.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%