detikcom
Jumat, 22/06/2012 14:18 WIB

Ini Alasan Polisi Mengapa Duga Obat Alergi Milik Lita Narkoba

E Mei Amelia R - detikNews
Jakarta - Lita Stephanie (31) menyuarakan protesnya lewat twitter karena obat alergi yang ada di mobil yang ditumpanginya sempat disangka polisi narkoba. Lita dan karibnya, Yasmin, pun sempat diinterogasi.

Namun, sempat mencuat pertanyaan ke publik, mengapa polisi sempat menduga obat alergi itu narkoba? Apakah polisi tidak bisa membedakan obat alergi dan narkoba?

"Saya katakan itu dicurigai, kalau ada kecurigaan itu ditindaklanjuti. Dicurigai, diberhentikan dengan cara yang betul dan baik," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Jl Sudirman, Jakarta, Jumat (22/6/2012) saat ditanya soal itu.

Rikwanto menjelaskan, tidak ada maksud polisi melakukan hal yang tidak-tidak. Polisi yang melakukan razia hanya bertugas sesuai prosedur bila ada sesuatu yang mencurigakan.

"Jangan persepsikan menggeledah itu sesuatu yang salah, kalau ada hal yang kurang tepat seperti perilaku kurang pas silakan disampaikan kepada kami. Seluruh rangkaian prosedur memang sudah demikian," tuturnya.

Kasus dugaan jebakan narkoba itu sempat ramai diperbincangkan di dunia maya. Adalah Sherlita Stephanie atau Lita yang melintas di kawasan Jalan Bangka sekitar pukul 01.30 WIB dini hari Selasa (19/6) yang berkicau di twitter. Dia mengaku sejumlah petugas menghentikan kendaraannya.

Entah bagaimana, dia tiba-tiba dituding memiliki obat-obatan yang disebut sebagai narkoba. Padahal dia bukan pemakai. Lita, bersama temannya baru pulang dari Kemang menuju kawasan Tebet dan melintas di daerah Bangka. Hampir 1 jam dia mengalami intimidasi, hingga akhirnya adiknya datang. Adiknya dengan terpaksa menyebut nama kenalannya di kepolisian. Hingga kemudian polisi melepaskan dia dan temannya.

Petugas yang melakukan razia Ipda Johan Hafani sudah memberi pernyataan. Perwira yang bertugas di Polsek Mampang itu membantah ada penjebakan. Pihaknya sudah berlaku sesuai aturan dalam proses razia. Kasus itu pun sudah dianggapa selesai, setelah terbukti bahwa obat yang ditemukan adalah obat alergi.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(ndr/nrl)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%