detikcom
Jumat, 22/06/2012 14:15 WIB

Anggota DPR: TNI dan Purnawirawan Paling Sering Terlibat Konflik Tanah

Dhurandhara HKP - detikNews
Jakarta - Anggota Komisi II DPR, Gamari Sutrisno menjelaskan ada tiga pihak yang terlibat dalam konflik perebutan tanah dan lahan. Pihak yang paling sering terlibat konflik tanah adalah TNI dan purnawirawan.

"Pertama, orang perorangan. Jadi individu lawan individu. Kedua, ada orang lawan lembaga. Lembaga ini bisa sipil atau militer. Ketiga, lembaga lawan lembaga. Biasanya dari satu lembaga yang sama. Paling sering antara TNI dengan purnawirawan, kayak jeruk makan jeruk," kata Gamari.

Hal ini disampaikan Gamari dalam acara Public Hearing: Memperkuat Aspirasi Masyarakat Melalui Dengar Pendapat dengan DPR di Hotel Ibis, Jl Letjen S Parman, Jakarta Barat, Jumat (22/6/2012). Turut hadir dalam acara ini, Kepala Departemen Advokasi Eksekutif Nasional Walhi Mukri Friatna dan perwakilan masyarakat dari Sumatera Selatan dan Medan.

Gamari juga sudah menganalisa pihak-pihak mana yang sering terlibat dalam kecurangan-kecurangan di konflik perebutan tanah. Ia membaginya menjadi dua tipe. "Pertama, internal yang terdiri dari mafia-mafia, orang-orang dalam institusi terkait seperti BPN yang kemudian menjadi mediator dengan pihak luar, perusahaan luar. Kedua, eksternal yang merupakan para pengusaha dan pemilik perusahaan yang berafiliasi, bermafia dengan pejabat BPN tadi," beber Gamari.

Oleh karenanya, Gamari menyarankan apabila terlibat dalam konflik pertanahan sebaiknya untuk tidak membawa masalahnya ke tingkat formal. "Selesaikan dengan mediasi saja, karena sulit selesai bila diajukan ke pengadilan," terang Gamari.


Empat pekerja tewas saat membersihkan bak air di Ancol. Saksikan Informasi Selengkapnya di "Reportase Pagi", pukul 04.26 - 05.25 WIB, hanya di TRANS TV

(trq/trq)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%
MustRead close