Jumat, 22/06/2012 13:32 WIB
Soal 'Ada Harga Ada Rupa', Penumpang Hanya Minta KRL Manusiawi
"Setiap hari ada saja orang yang pingsan akibat pendingin udara yang mati di kereta," kata moderator milis KRL Mania, Nurcahyo, kepada detikcom, Jumat (22/6/2012).
Nurcahyo mengatakan, KRL Commuter Line yang bertarif Rp 7.000 itu memiliki desain kereta AC. Semua bagian kereta ini tertutup, sehingga sangat pengap kalau AC mati. Belum lagi jumlah penumpang KRL ini yang selalu membeludak setiap harinya. KRL juga sering mengalami gangguan sehingga penumpang harus menunggu lama.
"Coba Pak Jonan naik KRL setiap hari, pati tahu kondisinya seperti apa. Kita tidak minta yang aneh-aneh hanya minta KRL sedikit manusiawi," kata Nurcahyo yang sehari-hari naik KRL dari Depok ke Cawang ini.
Nurcahyo mengatakan, sebelumnya tarif KRL yang menggunakan AC adalah Rp 5.500 kemudian naik menjadi Rp 7.000. Saat tarifnya Rp 5.500, AC di kereta justru lebih baik.
"Dulu lebih dingin AC-nya, sekarang naik malah payah," katanya.
Nurcahyo juga menilai, pernyataan Jonan yang membandingkan tarif KRL dan ongos bus tidak pas. Menurutnya biaya operasional KRL jauh lebih rendah karena bisa mengangkut banyak penumpang.
"Kalau dilihat kan penumpang KRL selalu penuh, jadi pasti operasionalnya lebih rendah dari bus," katanya.
(nal/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
21 Mei 1998 Soeharto Tumbang, Apa Kabar Gelar Pahlawan?
480 share this. -
Kemendikbud Ajukan Anggaran Rp 829 miliar untuk Kurikulum 2013
458 share this. -
Kunjungi Longsor PT Freeport, Rombongan DPR Masuk Sampai Terowongan
415 share this. -
Pemerintah Siap Implementasikan Kurikulum 2013 Mulai 15 Juli
396 share this. -
Kepada Presiden Myanmar, Obama Minta Kekerasan Terhadap Muslim Dihentikan
379 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Selasa, 21/05/2013 11:57 WIB
Diperiksa KPK, Luthfi Hasan Jawab Soal 'Pusthun' dengan Senyuman
-
Selasa, 21/05/2013 11:51 WIB
Ketua PD: Jokowi-Gita 'Duet-Maut' di 2014, Tak Ada Lawan
-
Selasa, 21/05/2013 11:50 WIB
Remas Payudara 4 Mahasiswi, Dosen di Pematangsiantar Dilaporkan ke Polisi
-
Selasa, 21/05/2013 11:50 WIB
Waria Gelar Aksi Dukungan Buat KPK, Beri Obat Kuat Hingga Bedak
-
Selasa, 21/05/2013 11:46 WIB
PKS Ajak Muhammadiyah Bentuk Forum Legislasi
-
Selasa, 21/05/2013 11:07 WIB
Curhat Soeharto pada Cak Nun: Kalau Rakyat Menjarah, Saya Ketakutan
-
Selasa, 21/05/2013 09:29 WIB
Ini Penyebab NN Tega Memotong Kelamin Abdul di Pamulang
-
Selasa, 21/05/2013 10:24 WIB
Bocah SD yang Diculik dan Diperkosa Ditolong Warga Dalam Kondisi Kritis
-
Selasa, 21/05/2013 10:40 WIB
Berlindung di Freezer 7-Eleven, Ibu & Bayinya Ditemukan Tewas
-
Selasa, 21/05/2013 11:32 WIB
Ini Kekayaan Letjen Moeldoko, KSAD Baru Pengganti Pramono Edhie
-
Selasa, 21/05/2013 09:04 WIB
4 Kisah Repotnya Cewek Cantik Balikin Hadiah Mewah Fathanah
-
Selasa, 21/05/2013 11:20 WIB
Sempat Ditahan Semalam di Aceh, Pesawat Militer AS Diizinkan Terbang
-
Selasa, 21/05/2013 11:02 WIB
Petinggi PKS Temui Din Syamsuddin di Kantor PP Muhammadiyah
-
354 Komentar
-
234 Komentar
-
229 Komentar
-
210 Komentar
-
208 Komentar
-
207 Komentar
-
174 Komentar
-
162 Komentar
-
Selasa, 21/05/2013 11:43 WIB
15 Tahun Reformasi
Emha Ainun Nadjib: Reformasi Itu Omong Kosong
Budayawan Emha Ainun Nadjib berada di pusaran arus perubahan kekuasaan 1998. Dia adalah salah satu tokoh yang dengan lantang meminta Presiden Soeharto mengundurkan diri dari jabatannya. Tapi reformasi yang terjadi sampai saat ini, kata dia, palsu belaka. Mengapa?
ProKontra
Index »
Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,848.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Selasa, 21/05/2013 10:33 WIB
Sriwijaya di Tanjungpinang Batal Berangkat karena Tangga Mendadak Keluar
-
Selasa, 21/05/2013 10:25 WIB
DPRD DKI Panggil 16 RS yang Mundur dari KJS
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer








_5.gif)





Kenikmatan nasi goreng khas Indonesia juga tak bisa disangkal Mikhail Kouritsyn. Setiap mampir ke Indonesia, orang Rusia ini takkan lupa menyantapnya.
Dalam Forum Newsmaker Thomson Reuters di Singapura, beberapa waktu lalu, SBY lebih memilih pembangunan yang tak melulu tergantung pada sistem kapitalisme (pasar bebas) atau sosialisme (anti pasar). Jalan ketiga yang menjadi antithesis dari keduanya dianggap SBY lebih pas untuk konteks Indonesia.

