Jumat, 22/06/2012 11:48 WIB
Anak Kapten Agus: Tak Biasanya Bapak Nggak Pamit Sama Ibu
Usai pemakaman sang ayah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (22/6/2012), Saputra berbagai kenangan terakhir dengan sang ayah. Di hari saat peristiwa nahas terjadi, Kapten Agus meninggalkan rumah kala subuh.
"Biasanya Bapak nunggu Ibu selesai salat subuh. Tetapi Bapak langsung berangkat. Biasanya Bapak pamit sama Ibu, tapi nggak biasanya ini nggak pamit sama Ibu," ujar Saputra yang mengenakan baju koko putih.
Pagi itu dia memang tidak bertemu dengan ayahnya. Namun pada Kamis siang di Lanud Halim Perdanakusumah, sang ayah menemui Saputra yang akan mengikuti tes psikologi untuk masuk ke Akademi Angkatan Udara.
"Dik, tes psikologinya sudah selesai belum? Bapak mau terbang training dulu ya," ucap Saputra menirukan ucapan pamit sang ayah.
Lalu Kapten Agus berpesan agar Saputra semangat latihan agar diterima di AAU. "Pokoknya kamu tahun ini harus masuk. Kamu tidak boleh gagal lagi," pesan Kapten Agus.
Pemuda berusia sekitar 19-20 tahun ini tidak menyangka itulah terakhir kali dia bisa berbincang dengan ayahnya. Sebab tak lama kemudian dia mendapat kabar kecelakaan Fokker 27. Dia langsung mencari informasi kondisi sang ayah. Ternyata ayahnya menjadi korban dalam kecelakaan itu dan nyawanya tak bisa diselamatkan.
"Saya waktu itu baru saja selesai tes psikologi," ucap Saputra lirih.
Meski ayahnya tewas karena kecelakaan dalam penerbangan, namun tidak membuat Saputra mengurungkan niat mengikuti ujian masuk AAU. Dia bertekad akan melanjutkan proses masuk ke sekolah itu demi memupus rasa kecewanya dan sang ayah lantaran tahun lalu dia gagal masuk AAU.
"Iya, mau melanjutkan perjuangan Bapak," ucap pemuda itu dengan suara bergetar.
Kapten Agus adalah satu dari 7 orang yang menumpang Fokker 27 yang tengah melakukan latihan rutin. Pesawat milik TNI AU yang ditumpanginya itu jatuh di Komplek Rajawali, Halim Perdanakusumah, Kamis (21/6/2012) pukul 14.45 WIB. Selain menewaskan 7 orang dalam pesawat, 4 warga sipil pun meninggal lantaran rumahnya tertimpa badan pesawat. Sementara itu 11 orang luka-luka.
(vit/nrl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
-
Ini Instruksi SBY Terkait Masalah Gunung Padang dan Lumpur Lapindo
821 share this. -
Puluhan Ribu Warga Palembang Saksikan Jembatan 'Ampera Berwarna'
657 share this. -
Rekening Gendut Aiptu LS, Berapa Gaji Normal Polisi Berpangkat Aiptu?
637 share this. -
Gita Wirjawan Upayakan Harga Daging Tetap Stabil saat Ramadhan
586 share this. -
Ingin Lomba Paduan Suara di Hongkong, Mahasiswi UNS Minta Dibantu Jokowi
536 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Minggu, 19/05/2013 15:03 WIB
Dua Orang Terluka Akibat Ledakan Gas di Sebuah Laundry di Taman Galaxy
-
Minggu, 19/05/2013 14:56 WIB
Ini Lokasi Rawan Balapan Liar & Kebut-Kebutan di Jakarta
-
Minggu, 19/05/2013 14:51 WIB
Keluarga Sampaikan Dukungan Masyarakat Sorong Kepada Aiptu Labora
-
Minggu, 19/05/2013 14:45 WIB
Ditanya Arti Pustun Fathanah, Sefti Pusing Sendiri
-
Minggu, 19/05/2013 14:31 WIB
Diundang Ahok Jamuan Makan Siang, Komnas HAM Belum Tampak
-
Minggu, 19/05/2013 13:04 WIB
Ogah Rugi, 16 RS Swasta di DKI Mundur dari Pelayanan KJS
-
Minggu, 19/05/2013 12:24 WIB
Korban Diperkosa Geng Motor Klewang Karena Tak Bayar 'Pajak Preman'
-
Minggu, 19/05/2013 14:14 WIB
Uang Fathanah Mengalir ke 20 Wanita, Sefti: Yang Penting Bapak Sudah Tobat
-
Minggu, 19/05/2013 14:38 WIB
Ditanya Arti Pustun Fathanah, Sefti Pusing Sendiri
-
Minggu, 19/05/2013 14:27 WIB
Diundang Ahok Jamuan Makan Siang, Komnas HAM Belum Tampak
-
Minggu, 19/05/2013 12:54 WIB
Massa 'Jokowi Presidenku 2014' Aksi di Bundaran HI
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 13:34 WIB
Tak Hanya Sita Motor, Polisi Juga akan Tahan Pebalap Liar
-
446 Komentar
-
266 Komentar
-
229 Komentar
-
226 Komentar
-
224 Komentar
-
210 Komentar
-
204 Komentar
-
201 Komentar
-
Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
ProKontra
Index »
Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS
Pro
Kontra
Cari Penawaran Terbaik di Sini
Info Promosi Travel
- Rp 2,834.000
- Rp .000
MustRead
close
-
Minggu, 19/05/2013 11:05 WIB
Ketika Ketua Komnas HAM Ditanya Andai Jadi Jokowi Soal Waduk Pluit
-
Minggu, 19/05/2013 10:55 WIB
Polisi Tertibkan Aksi Geng Motor di Jakarta, 13 Motor Kena Tilang
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer







_5.gif)



Namanya Markamah. Semangat perempuan berusia 46 tahun ini tak pernah padam untuk menyalakan lilin pendidikan di tempat-tempat marjinal. Mulai dari memberantas buta huruf di Marunda, mengajar anak-anak PSK di Jakarta Barat hingga kini menjalankan roda sekolah semi permanen yang dikepung pabrik.
Prinsip Sun Tzu dalam bukunya The Art of War, “Pertahanan Terbaik adalah Menyerang” nampaknya sedang diadopsi oleh PKS saat terjepit berhadapan dengan kasus hukum di KPK. Upaya perlawananoleh PKS yaitu melaporkan sejumlah penyidik dan jubir KPK kepada Kepolisian.
