Jumat, 22/06/2012 11:06 WIB
'Ada Harga Ada Rupa', Konsumen Kereta Jangan Jadi Kambing Hitam
"Kalau masalah PSO (subsidi) ini kan masalah interen PT KAI dengan pemerintah, jadi jangan konsumen dijadian kambing hitam kalau ada masalah itu," kata Tulus Abadi, pengurus harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), kepada detikcom, Jumat (22/6/2012).
Tulus mengatakan, pernyataan Jonan itu tidak memahami kondisi konsumen dan tidak tepat. "Pernyataan itu kurang memahami konsumen, konsumen kan tahunya produk akhir," katanya.
Tulus mengakui, PSO memang selalu menjadi masalah bagi PT KAI. Pemberian PSO ini tidak pernah naik, selain itu pencairannya juga selalu dicicil sehingga mengganggu cashflow PT KAI.
"Setiap PT KAI mau menaikkan harga, pemerintah selalu menyatakan sudah ada PSO jadi tidak boleh naik. Padahal PSO-nya tidak pernah naik dan diicrit-icrit pemberiannya," katanya.
Mengenai tarif KRL yang jauh lebih murah dari bus, Tulus mengatakan tarif kereta memang sewajarnya lebih murah dari bus. Hal ini disebabkan daya angkut kereta jauh lebih besar sehingga bisa meminimalkan biaya angkut.
"Jadi tidak relevan membandingkan harga tiket kereta dengan harga ongkos bus," katanya.
Sebelumnya Ignasius Jonan mengatakan, masalah yang masih dihadapi PT KAI antara lain subsidi (PSO) yang tidak mencukupi untuk kereta ekonomi dan tarif kereta kelas ekonomi tak berubah sejak 2002 lalu. Hal ini secara langsung akan mempengaruhi tingkat layanan dan sarana menjadi rendah, termasuk layanan kereta komuter Jabodetabek bertarif Rp 7.000.
"Ada harga ada rupa, tarif Rp 7.000 AC mati wajar," katanya di Plaza Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).
Ia mengatakan di seluruh dunia tarif kereta dipastikan lebih mahal dari bus. Hal yang berbeda justru terjadi di Indonesia.
Menurutnya anggaran PSO tahun 2012 yang belum mencukupi, ini diperparah dengan belum cairnya anggaran tersebut hingga kini. Jonan berharap kuasa pemegang anggaran memiliki standar soal waktu pencairan anggaran PSO kereta api. Tahun lalu saja PT KAI harus mensubsidi silang kepada kereta kelas ekonomi dari pendapatan angkutan barang sekitar Rp 400 miliar.
"Saya nombok Rp 400 miliar tahun lalu," katanya.
Jonan juga mengusulkan agar diterapkan single tariff untuk semua layanan kereta dengan besaran subsidi yang ditetapkan. Hal ini sudah ia sampaikan beberapa kali ke pemerintah namun belum mendapatkan respons.
Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV
(nal/nrl)
Baca Juga
Twitter Recommendation
-
Singapura 'Dikepung' Asap dari Indonesia, Menhut: Kita Terus Berusaha!
479 share this. -
Gantikan Bajaj Butut, Pemprov DKI Siapkan Bajaj Listrik Swedia
301 share this. -
PNS di Ciamis Diciduk Polisi Saat Hisap Ganja
300 share this. -
Langkah Jokowi Batasi Jam Kelab Malam Diapresiasi KPAI
266 share this. -
Tahun Depan PRJ Lebih Baik Diadakan di 5 Kota Madya DKI Jakarta
245 share this.
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Berita Terbaru
Indeks Berita ยป
-
Kamis, 20/06/2013 15:23 WIB
Speedometer Tak Ada, Sopir Metro Mini: Nggak Apa-apa, yang Penting Jalan
-
Kamis, 20/06/2013 15:20 WIB
Mengaku Sudah Tahu Ada Apel, Hercules Sangkal Semua Keterangan Polisi
-
Kamis, 20/06/2013 15:16 WIB
Celoteh Warga Soal Bangku Taman Jokowi di Thamrin
-
Kamis, 20/06/2013 15:13 WIB
4 Pembersih Bak Penyulingan Air Laut di Ancol Tewas Akibat Hirup Amoniak
-
Kamis, 20/06/2013 15:11 WIB
Ini Pengalihan Arus pada Malam Muda Mudi Jakarta 22 Juni
-
Kamis, 20/06/2013 13:47 WIB
Hendropriyono: Saya Bekas Prajurit, Saya Yakin Mereka Tidak Setolol Itu
-
Kamis, 20/06/2013 14:43 WIB
Ditawari Masuk PD, Ini Jawaban Tifatul
-
Kamis, 20/06/2013 13:59 WIB
Dikejar Massa, Ketua Komnas HAM Diamankan PM
-
Kamis, 20/06/2013 14:34 WIB
Disoraki dan Dikejar Pendukung Kopassus, Ketua Komnas HAM Risaukan Saksi
-
Kamis, 20/06/2013 14:38 WIB
Terungkap di Dakwaan, Serda Ucok Ajak Serang LP dan Eksekusi Tahanan
-
Kamis, 20/06/2013 14:30 WIB
Gara-gara 3 Menteri Kena Macet, SBY Tunda Rapat Kabinet
-
Kamis, 20/06/2013 13:21 WIB
8 Fakta Kasus Cebongan
-
Kamis, 20/06/2013 14:59 WIB
Diminta Tempatkan Orang Betawi di Jabatan Penting, Ini Tanggapan Ahok
-
436 Komentar
-
359 Komentar
-
223 Komentar
-
201 Komentar
-
195 Komentar
-
193 Komentar
-
183 Komentar
-
179 Komentar
-
Rabu, 19/06/2013 14:22 WIB
Penerus Mega di PDIP
Effendi Simbolon Buka-bukaan Soal Prospek Politik Prananda dan Puan
Prananda dan Puan Maharani disebut-sebut disiapkan menjadi penerus tahta Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Anak kedua Mega, Prananda (43), diyakini sebagia pembawa ideologi kakeknya, Bung Karno.
ProKontra
Index »
Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019
Pro
Kontra
MustRead
close
-
Kamis, 20/06/2013 12:23 WIB
Berita Internet Semakin Laku Dijual
-
Kamis, 20/06/2013 12:02 WIB
Malam Muda Mudi Ibu Kota, Mulai dari Rock 'n Roll Sampai Keroncong
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer



_10.gif)










_3.gif)

Mudik selalu dirindukan bagi setiap perantau. Tak terkecuali bagi Dirjen Perhubungan Darat Soeroyo Alimoeso. Beliau curhat tentang dirinya yang tidak pernah mudik dan susahnya mengatur pemudik.
Giatnya Pemerintah memperjuangkan munculnya regulasi (Peraturan Menteri Perindustrian) tentang Low Cost and Green Car (LCGC) bersama-sama DPR-RI membuktikan bahwa Pemerintah sekarang tidak pro angkutan umum.

