detikcom
Jumat, 22/06/2012 10:05 WIB

1.353 Polisi Amankan 2.585 TPS di Jakarta Utara

Prins David Saut - detikNews
Jakarta - Kepolisian resort Jakarta Utara menerjunkan 1.353 personel untuk mengamankan Pilkada DKI Jakarta. Aparat kepolisian bakal disebar di 2.585 tempat pemungutan suara di Jakarta Utara.

"Sesuai jadwal untuk pengamanan TPS, kita H-1 sudah ada di TPS. Untuk anggota pengawal TPS bersosialiasi, pengenalan, melakukan analisa potensi ancaman, sebagai tindakan deteksi dini," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Muhammad Iqbal, ketika dihubungi wartawan, Jumat (22/6/2012).

Iqbal menjelaskan setiap lima TPS akan dijaga oleh satu anggota dan disebut pola aman. Sedangkan pola rawan satu adalah menempatkan empat anggota di dua TPS, pola rawan dua adalah menempatkan empat anggota di satu TPS.

"Sementara kita kategorikan pola aman walaupun ada TPS yang menjadi pressing bagi kita, yaitu di Tanah Merah dan Penjaringan. Itu grey area, Tanah Merah tahu kan masalahnya. Jadi jangan sampai ada hal yang disusupi oleh orang-orang tertentu tapi mereka terbuka," jelas Iqbal.

Polres Jakarta Utara bekerja sama dengan TNI dan 5.174 anggota Linmas untuk mengamankan pesta demokrasi yang dihadiri 1.165.078 pemilih di Jakarta Utara.

"Kita jaga ada standby force di sini (Mapolres Jakarta Utara), dari Polda, Polres, dan TNI," ujar Iqbal.

Iqbal mengaku anggotanya telah siap untuk berbagai situasi yang mungkin terjadi saat Pilkada. Namun, ia meyakini pelaksanaan Pilkada di Jakarta Utara akan tetap aman.

"Kita sudah melaksanakn mapping, ketika ada situasi genting kita sudah ada protapnya. Tapi kita tetap yakin masyarakat siap mensukseskan," kata Iqbal.

Operasi pengamanan Pilkada yang disebut 'Mantap Praja 2012' tersebut sudah dilaksanakan sejak 11 Mei 2012. Kepolisian Jakarta Utara telah melakukan pendekatan preventif dan berdialog dengan masyarakat untuk mensukseskan Pilkada di Jakarta Utara.

"Kita melaksanakan pengamanan sejak kemarin, preventif, melakukan pendekatan dengan semua elemen masyarakat. Dengan keliling kita sampaikan pesan tolong bantu, terlebih kita menyambut Pilkada," ujar Iqbal.



Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(vid/aan)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
33%
Kontra
67%