Jumat, 22/06/2012 09:42 WIB

Yayat Supriyatna: Jakarta Semakin Tua Semakin Lemah

Rivki - detikNews
Jakarta - Hari ini 22 Juni 2012, Ibu Kota Jakarta bertambah usianya. Di hari lahirnya yang ke 485, Jakarta masih berkelit dengan kisah klasiknya, seperti kemacetan, banjir dan polusi.

Layaknya seorang manusia yang semakin tua semakin lemah, hal tersebut juga berlaku untuk Ibu Kota Indonesia ini. Infrastruktur jalanan yang makin berlubang hingga alat transportasi massal yang sudah reot, menandakan Jakarta seperti kakek yang tua renta.

Hal itu dikatan oleh pengamat tata kota, Yayat Supriatna saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/6/2012). Ia mengatakan jika manusia saat umur tua banyak melakukan make up, maka Jakarta sebaliknya.

"Tidak ada pembenahan di Jakarta saat usia yang semakin tua ini, harusnya Jakarta sudah bisa menghadapi keadaan yang ada sesuai kondisi masyarakat sekarang ini," ujar dosen Trisakti ini.

Jakarta sebagai magnet ekonomi Indonesia, seharusnya sudah memiliki sarana transportasi massal yang lebih layak sebagai penopang ekonomi. Karena hal tersebut tidak dilakukan maka kemacetan pun seakan tidak akan hilang dari citra Jakarta.

"Di usia dan keadaaan seperti sekarang ini, harusnya kita sudah punya sarana transportasi yang baik seperti monorail dan kereta bawah tanah," papar Yayat.

Tidak ada kado spesial yang diberikan kepada warga Jakarta selain kemacetan dan kemiskinan. Yayat berharap agar di tahun-tahun berikutnya, Jakarta bisa menjadi salah satu metropolitan yang modern dan bisa mengikuti perkembangan zaman sesuai tuntutan warga.

"Ulang tahun Jakarta ini hanya menyisakan masalah masa lalu saja, tidak ada kado untuk warganya. Inilah yang menandakan bahwa Jakarta semakin tua semakin lemah, tidak bisa ikuti dinamika yang ada," jelas Yayat.


Per-1 Juni, PT.KAI Commuter Jabodetabek berlakukan tarif progresif. Selengkapnya di "Reportase Malam", pukul 02.52 WIB, hanya di Trans TV.

(rvk/vit)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Rabu, 22/05/2013 08:47 WIB
      Salim Segaf Galau Melihat Kondisi PKS
      Gb Salim Segaf Al Jufri, anggota Majelis Syuro PKS, mengaku prihatin dengan kondisi partainya saat ini. Salim mengingatkan semua kader PKS kembali berpolitik bersih dan tidak berurusan dengan kasus korupsi.
    ProKontra Index »

    Usut Aiptu Labora, Polri Jangan Ciut Usut Rekening Gendut Jenderal

    Polisi sangat blak-blakan mengungkap kasus rekening gendut yang dimiliki oleh Anggota Polres Raja Ampat, Papua, Aiptu Labora Sitorus. Komisioner Kompolnas, Hamidah Abdurahman mengatakan Polri juga harus terbuka dan berani jika itu menyangkut rekening para jendral. Bila Anda setuju dengan pernyataan Hamidah Abdurahman, pilih Pro!
    Pro
    62%
    Kontra
    38%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel