detikcom
Jumat, 22/06/2012 08:42 WIB

Korban Rumah Terbakar Akibat Fokker 27 Ngungsi ke Rumah Dinas TNI AU

Rivki - detikNews
Jakarta - Warga Kompleks Rajawali, Jakarta Timur, yang rumahnya rusak dan terbakar akibat tertimpa pesawat Fokker 27, diungsikan ke rumah dinas TNI AU yang kosong. Rumah dinas itu terletak di kompleks yang sama.

"Banyak rumah dinas dan mess di situ yang kosong, dan itu kami sediakan untuk para korban," kata Kapuspen TNI, Laksamana Muda Iskandar Sitompul, saat dihubungi detikcom, Jumat (22/6/2012).

Iskandar menambahkan rumah dan mess itu sudah siap untuk dihuni para korban. Rumah tersebut juga sudah dilengkapi alat rumah tangga.

"Rumah dan mess itu sudah dilengkapi perlengkapan seperti dapur, kamar mandi dan lalin-lain," jelasnya.

Pihaknya berjanji tidak akan menelantarkan keluarga korban dari musibah Fokker 27. "Kita pasti beri perhatian kepada mereka," janji Iskandar.

Seperti diberitakan sebelumnya, pesawat Fokker 27 milik TNI AU jatuh di Kompleks Rajawali, Halim Perdanakusumah, Jakarta Timur, pada sekitar pukul 14.45 WIB. Sebanyak 11 orang dinyatakan tewas dan 11 lainnya mengalami luka-luka.

Pesawat itu bernomor register A 2708 buatan tahun 1977. Pesawat nahas itu dipiloti Mayor Pnb. Heri Setiawan dan kopilot Lettu Paulus. Pesawat jatuh saat latihan rutin untuk menguji instrumen pesawat.


Ikuti berbagai peristiwa menarik yang terjadi sepanjang hari ini hanya di "Reportase" TRANS TV Senin - Jumat pukul 16.45 WIB

(rvk/rmd)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Minggu, 19/10/2014 19:41 WIB
    Iriana Bicara tentang Gaya, Media Sosial, Burung hingga Diri Sendiri
    Gb Iriana, tidak lama lagi akan menjadi Ibu Negara. Banyak yang penasaran akan sosoknya. Iriana, yang cenderung tak banyak berbicara, kali ini bersedia menjawab pertanyaan. Mulai soal gaya, hobi merawat burung hingga tentang dirinya sendiri. Seperti apa?
ProKontra Index »

Jokowi Harus Dengarkan Informasi KPK agar Ciptakan Kabinet Bersih

KPK mengatakan 43 nama calon menteri yang diberikan Jokowi, setengahnya memiliki rapor merah atau incaran KPK. Pengamat politik dari UGM Ari Dwipayana mengimbau agar Jokowi harus mendengarkan informasi dari KPK tersebut agar dapat menciptakan kabinet yang bersih.Bila Anda setuju dengan Ari Dwipayanya, pilih Pro!
Pro
58%
Kontra
42%