detikcom
Jumat, 22/06/2012 03:41 WIB

KPK Didesak Segera Isi Jabatan Kosong di Lembaganya

Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Komisi III DPR mendesak KPK segera mengisi jabatan kosong yang ada di KPK. Selain itu, KPK juga diminta segera menuntaskan penanganan perkara yang menjadi perhatian masyarakat.

"Komisi III DPR kembali mendesak KPK untuk mempercepat pengisian jabatan dan penempatan jabatan definitif yang memiliki integritas akuntabel dan profesional," kata Wakil Ketua Komisi III, Nasir Jamil, saat membacakan kesimpulan rapat dengar pendapat dengan KPK di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (21/6/2012).

KPK juga diminta menyerahkan strategi pemberantasan korupsi untuk tahun 2012/2013. Khususnya untuk kasus pemasukan negara pajak, pemasukan negara bukan pajak, dan sumber daya alam.

"Komisi III mendesak KPK segera menyerahkan detail strategi pemberantasan tindak pidana korupsi tahun 2012/2013 dengan melakukan optimalisasi pelaksanaan fungsi pencegahan dan penindakan tindak pidana korupsi. Pengelola anggaran yang besar dan pelayanan publik paling lambat pada akhir Juni 2012," lanjutnya.

Selain itu, KPK juga diminta segera mengoptimalkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi yang menyita perhatian masyarakat.

"Komisi III DPR kembali mendesak KPK untuk mengoptimalkan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi khususnya yang menjadi perhatian masyarakat dan berdampak sistemik tergadap upaya pemberantasan korupsi," imbuhnya.


Ikuti berbagai peristiwa hangat yang terjadi hari ini di "Reportase Sore", Pukul 16.30 WIB, Hanya di TRANS TV

(trq/rmd)





Sponsored Link
Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        

Redaksi: redaksi[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Senin, 17/06/2013 18:39 WIB
    Dirjen KA Tundjung Inderawan Bicara Mental Penumpang dan Seramnya MRT Subway
    Gb Seraya membangun infrastruktur seperti stasiun dan rel kereta api, Kemenhub juga mengkhawatirkan mental penumpang kereta yang belum tertib. Apalagi, teknologi maju kereta bawah tanah bakal dibangun di Jakarta. Kekhawatiran timbul bila perilaku penumpang KA masih timpang dengan teknologi transportasi.
ProKontra Index »

Jokowi Lebih Dahsyat Nyapres di 2019

Dalam berbagai survei, nama Gubernur DKI Jokowi menempati posisi teratas capres potensial 2014. Suara-suara yang menginginkan Jokowi maju menjadi Capres di Pilpres 2014 juga cukup kencang. Tetapi menurut peneliti politik senior LIPI, Siti Zuhro, Jokowi akan lebih kuat jika berkompetisi di Pilpres 2019. Bila Anda setuju dengan Siti Zuhro, pilih Pro!
Pro
34%
Kontra
66%
MustRead close