detikcom
Jumat, 22/06/2012 01:05 WIB

Korban Tewas Musibah Fokker Bertambah 1 Orang, Total 11

Rivki - detikNews
Jakarta - Korban musibah jatuhnya pesawat Fokker 27, bertambah satu orang. Korban tewas terakhir tersebut diketahui bernama Onci.

"Korban menjadi 11, yang meninggal 1 lagi namanya ibu Onci," kata Kadispen TNI AU Marsma Azman Yunus saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (22/6/2012) pukul 00.30 WIB.

Ibu Onci, lanjut Azman, ialah adik dari Mayor Adm Yohanes Andi Sosang. "Dia diketahui meninggal sekitar pukul 22.00 WIB," ucapnya.

Onci meninggal setelah menjalani fase-fase kritis di ruang ICU RSPAU Esnawan Antariksa, Halim Perdanakusumah.

Sebelumnya disebutkan bahwa korban tewas dalam musibah jatuhnya Fokker 27 di Halim adalah 10 orang yang terdiri dari 7 kru pesawat dan 3 warga sipil. Sementara 12 orang lainnya terluka. Dari 12 korban luka tersebut, 2 korban sempat kritis.

Dua korban kritis itu adalah Kartinah (pembantu Mayor Yohanes) dan Onci. Namun Kartinah berhasil melalui fase kritis dan kondisi membaik. Kartinah pun dipindah ke ruang perawatan biasa.

Sementara korban luka lainnya, sebagian sudah meninggalkan RS.

Pesawat Fokker 27 milik TNI AU jatuh di Komplek Rajawali, Halim Perdanakusumah, Kamis (21/6/2012)pukul 14.45 WIB. Sebanyak 11 orang tewas dan 11 lainnya luka-luka.

Dari 11 korban tewas, 7 di antaranya adalah kru pesawat Fokker. Sedangkan 4 lainnya adalah warga sipil. 7 Kru yang tewas adalah:

1. Mayor Pnb Heri Setiawan
2. Kapten Teknisi Agus Supriadi
3. Letda Pnb Ahmad Syahroni
4. Serma Sihmulato
5. Serka Wahyudi
6. Sertu Purwo Adianto
7. Lettu Paulus Adi Prakoso

Sedangkan korban sipil yang tewas menjadi 4 orang. Mereka adalah:
1. Brian (7), anak dari Mayor Yohanes
2. Melvi (1), keponakan Mayor Yohanes
3. Martinah, ibunda Mayor Yohanes
4. Onci, adik Mayor Yohanes

(rvk/rmd)





Sponsored Link

Komentar (0 Komentar)

    Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        

    Redaksi: redaksi[at]detik.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Selasa, 14/05/2013 14:56 WIB
      50 Tahun Integrasi Irian Barat ke NKRI
      Tokoh Integrasi Papua Yahya Solosa: Riak Separatisme Memang Ada
      Gb Pada 1 Mei lalu bertepatan dengan 50 tahun integrasi Irian Barat (sekarang Papua) ke Indonesia. Namun pertanyaan saat ini tentunya adalah, selama setengah abad, adakah makna bergabungnya Papua ke wilayah Indonesia bagi masyarakatnya?
    ProKontra Index »

    Melawan KPK Jadi Bumerang Buat PKS

    PKS melakukan perlawanan ke KPK dengan akan melaporkan penyidik KPK ke Mabes Polri. Menurut konsultan politik Dimas Oky Nugroho dari Akar Rumput Strategic Political Consulting, aksi PKS ini justru akan menjadi bumerang, kehilangan simpati publik. Lebih baik, PKS tak ikut campur dalam kasus Luthfi Hasan Ishaaq. PKS bisa mencontoh partai lainnya bila berhadapan dengan KPK dengan melakukan pembersihan internal. Bila Anda setuju dengan pernyataan Dimas Oky Nugroho, pilih Pro!
    Pro
    46%
    Kontra
    54%
    Cari Penawaran Terbaik di Sini
    Info Promosi Travel